SBNpro.com
Kamis, Juni 4, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Hilangnya Rasa Sosial, Bayi Miskin Meninggal Pasca Ditelantarkan di Puskesmas

SBNPro.com by SBNPro.com
12/12/2017
A A
49
SHARES
107
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
ADVERTISEMENT
SBNpro – Brebes
Kisah tragis diwarnai dengan rasa sedih, emosi dan amarah terjadi di salah satu Puskesmas di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Hal itu dialami ibu kandung bayi bernama Icha. Ia sedih, karena harus kehilangan Icha untuk selamanya.
Bayi mungil itu meninggal dunia, sehari pasca ditelantarkan pihak Puskesmas di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (10/12/2017).
Keadilan sosialpun menjadi hal yang tak dirasakan ibu mudah tersebut. Ibu Icha-pun emosi dan marah. Tapi ia tak bisa melampiaskan emosi dan rasa amarahnya.
Ibu itu marah, karena bayinya meninggal tidak wajar. Sebab, bayinya yang sedang sakit ditelantarkan petugas medis Puskesmas, di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Parahnya, pihak Puskesmas itu tidak mengedepankan fungsi sosialnya. Hanya gara gara persoalan kelengkapan administrasi, petugas medis menolak untuk menangani Icha yang sedang sakit. Hingga akhirnya, bayi itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Diceritakan, awalnya Icha diketahui sakit hari Jumat sebelumnya. Ketika itu Icha diduga munmen (muntah dan buang air besar secara berulang). Ibunya membawa bayi itu ke “tukang urut”. Oleh “tukang urut”, disarankan agar Icha dibawa ke Puskesmas.
Keesokan harinya, Ibu Icha membawa bayinya ke Puskesmas Sidamulya, dengan penuh perjuangan. Sambil menggendong bayinya yang sedang sakit, Ibu itu berjalan sekira 1,5 kilometer, untuk tiba di Puskesmas.
Ironinya, begitu tiba di Puskesmas, bukan pertolongan yang didapatkan Icha. Melainkan penolakan dari pihak Puskesmas, hanya karena kelengkapan administrasi. Ichapun ditelantarkan, lalu meninggal sehari kemudian.
Apalagi, sebut ibu korban, ketidaklengkapan administrasi itu tidak sepenuhnya benar. Hanya berupa kealpaan membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) atas nama bayinya. Saat itu, ia hanya membawa KIS atas nama dirinya.
Karena ditolak, ibu itu mencoba mendatangi tempat praktek (rumah) bidan yang ada di desa itu. Namun, bidan yang ingin ditemui, sedang tidak berada di tempat prakteknya.
Dengan nelangsa, akhirnya Icha hanya diberikan obat yang dibeli dari warung oleh ibunya. Diduga karena obat yang diberikan belum tentu tepat, Icha meninggal hari Minggu kemarin.
Sumber : rancahpost.com
Editor : Gunawan Purba
Tags: bayiBrebesMeninggalPuskesmastelantar
Share20Tweet12Send

Related Posts

PalmCo Serap 70 Ribu Pekerja, Ekspansi Hilirisasi Buka Peluang Baru

PalmCo Serap 70 Ribu Pekerja, Ekspansi Hilirisasi Buka Peluang Baru

05/05/2026

SBNpro - Jakarta Peringatan Hari Buruh Internasional dimanfaatkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo untuk menegaskan kontribusinya dalam penyerapan tenaga...

Tani On Stage Edukasi Warga Belanja Pangan Bijak Jelang Lebaran

Tani On Stage Edukasi Warga Belanja Pangan Bijak Jelang Lebaran

08/03/2026

SBNpro - Depok Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak masyarakat berbelanja pangan secara bijak menjelang Ramadan dan Idulfitri. Edukasi tersebut disampaikan melalui...

Komisi III DPR Akan Bahas Kasus Korban Pencurian Jadi Tersangka

Komisi III DPR Akan Bahas Kasus Korban Pencurian Jadi Tersangka

06/03/2026

SBNpro - Jakarta Komisi III DPR RI berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus yang menimpa pemilik Resto...

Menjaga “Napas” UMKM di Tengah Arus Dagang Indonesia-AS

Menjaga “Napas” UMKM di Tengah Arus Dagang Indonesia-AS

03/03/2026

SBNpro - Jakarta ​Di atas kertas, sebuah perjanjian dagang internasional sering kali terlihat sebagai deretan angka dan istilah hukum yang...

Komisi IX DPR RI Dorong Percepatan Reaktivasi BPJS PBI

Komisi IX DPR RI Dorong Percepatan Reaktivasi BPJS PBI

25/02/2026

SBNpro - Jambi Nihayatul Wafiroh mendesak percepatan pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Provinsi Jambi....

PalmCo Pacu CPO dan Minyak Kita Sambut Ramadhan

PalmCo Pacu CPO dan Minyak Kita Sambut Ramadhan

22/02/2026

SBNpro - Jakarta Sambut datangnya Ramadhan 1447 Hijriah, denyut produksi di lini perkebunan dan pengolahan sawit milik Holding Perkebunan PTPN...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    521 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Ini 31 Walikota Siantar Sepanjang Sejarah

    683 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1876 shares
    Share 809 Tweet 445
  • Situs jw.org Bantu Orang Tua Tangani Depresi

    207 shares
    Share 83 Tweet 52
  • KPU Tetapkan Nomor Urut Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Siantar

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Pomparan Limbong Mulana Berikan Tanah Adat ke Toga Siregar, ke Raja Oloan Menyusul

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Batak dan Melayu Identitas Buatan Kolonial, Nenek Moyang Karo Lebih Tua dari Si Raja Batak

    632 shares
    Share 253 Tweet 158
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba