SBNpro.com
Senin, Agustus 3, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Hilangnya Rasa Sosial, Bayi Miskin Meninggal Pasca Ditelantarkan di Puskesmas

SBNPro.com by SBNPro.com
12/12/2017
A A
51
SHARES
110
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
SBNpro – Brebes
Kisah tragis diwarnai dengan rasa sedih, emosi dan amarah terjadi di salah satu Puskesmas di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Hal itu dialami ibu kandung bayi bernama Icha. Ia sedih, karena harus kehilangan Icha untuk selamanya.
Bayi mungil itu meninggal dunia, sehari pasca ditelantarkan pihak Puskesmas di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (10/12/2017).
Keadilan sosialpun menjadi hal yang tak dirasakan ibu mudah tersebut. Ibu Icha-pun emosi dan marah. Tapi ia tak bisa melampiaskan emosi dan rasa amarahnya.
Ibu itu marah, karena bayinya meninggal tidak wajar. Sebab, bayinya yang sedang sakit ditelantarkan petugas medis Puskesmas, di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Parahnya, pihak Puskesmas itu tidak mengedepankan fungsi sosialnya. Hanya gara gara persoalan kelengkapan administrasi, petugas medis menolak untuk menangani Icha yang sedang sakit. Hingga akhirnya, bayi itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Diceritakan, awalnya Icha diketahui sakit hari Jumat sebelumnya. Ketika itu Icha diduga munmen (muntah dan buang air besar secara berulang). Ibunya membawa bayi itu ke “tukang urut”. Oleh “tukang urut”, disarankan agar Icha dibawa ke Puskesmas.
Keesokan harinya, Ibu Icha membawa bayinya ke Puskesmas Sidamulya, dengan penuh perjuangan. Sambil menggendong bayinya yang sedang sakit, Ibu itu berjalan sekira 1,5 kilometer, untuk tiba di Puskesmas.
Ironinya, begitu tiba di Puskesmas, bukan pertolongan yang didapatkan Icha. Melainkan penolakan dari pihak Puskesmas, hanya karena kelengkapan administrasi. Ichapun ditelantarkan, lalu meninggal sehari kemudian.
Apalagi, sebut ibu korban, ketidaklengkapan administrasi itu tidak sepenuhnya benar. Hanya berupa kealpaan membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) atas nama bayinya. Saat itu, ia hanya membawa KIS atas nama dirinya.
Karena ditolak, ibu itu mencoba mendatangi tempat praktek (rumah) bidan yang ada di desa itu. Namun, bidan yang ingin ditemui, sedang tidak berada di tempat prakteknya.
Dengan nelangsa, akhirnya Icha hanya diberikan obat yang dibeli dari warung oleh ibunya. Diduga karena obat yang diberikan belum tentu tepat, Icha meninggal hari Minggu kemarin.
Sumber : rancahpost.com
Editor : Gunawan Purba
Tags: bayiBrebesMeninggalPuskesmastelantar
Share20Tweet13Send

Related Posts

Indah Kurnia Tekankan Pentingnya Layanan Kesehatan Humanis dan Responsif

21/06/2026

SBNpro - Denpasar Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Indah Kurnia, menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan yang mengutamakan...

Masyarakat Adat Dorong Sinkronisasi Enam Regulasi

17/06/2026

SBNpro - Balikpapan Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dinilai memerlukan harmonisasi sejumlah regulasi lintas sektor agar tidak menimbulkan...

PalmCo Serap 70 Ribu Pekerja, Ekspansi Hilirisasi Buka Peluang Baru

PalmCo Serap 70 Ribu Pekerja, Ekspansi Hilirisasi Buka Peluang Baru

05/05/2026

SBNpro - Jakarta Peringatan Hari Buruh Internasional dimanfaatkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo untuk menegaskan kontribusinya dalam penyerapan tenaga...

Tani On Stage Edukasi Warga Belanja Pangan Bijak Jelang Lebaran

Tani On Stage Edukasi Warga Belanja Pangan Bijak Jelang Lebaran

08/03/2026

SBNpro - Depok Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak masyarakat berbelanja pangan secara bijak menjelang Ramadan dan Idulfitri. Edukasi tersebut disampaikan melalui...

Komisi III DPR Akan Bahas Kasus Korban Pencurian Jadi Tersangka

Komisi III DPR Akan Bahas Kasus Korban Pencurian Jadi Tersangka

06/03/2026

SBNpro - Jakarta Komisi III DPR RI berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus yang menimpa pemilik Resto...

Menjaga “Napas” UMKM di Tengah Arus Dagang Indonesia-AS

Menjaga “Napas” UMKM di Tengah Arus Dagang Indonesia-AS

03/03/2026

SBNpro - Jakarta ​Di atas kertas, sebuah perjanjian dagang internasional sering kali terlihat sebagai deretan angka dan istilah hukum yang...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    643 shares
    Share 257 Tweet 161
  • Daftar Nama Pejabat Pemko Siantar yang Dilantik

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Kliennya Bebas, tapi Kuasa Hukum Terdakwa Dukung Penyelidikan Ulang

    118 shares
    Share 68 Tweet 21
  • Batak dan Melayu Identitas Buatan Kolonial, Nenek Moyang Karo Lebih Tua dari Si Raja Batak

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Miliki SHM, PT SIA Kuasai Lahan di Buntu Bayu Hatonduhan Secara Sah

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1904 shares
    Share 820 Tweet 452
  • Pewaris Raja Sidamanik Op Naihorsik Ziarah Makam dan Maranggir

    504 shares
    Share 202 Tweet 126
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba