SBNpro.com
Kamis, Juli 30, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Siantar

Pengawasan Lemah dan Tidak Sesuai Juknis, Proyek di Jalan Jawa Roboh

SBNPro.com by SBNPro.com
13/08/2023
A A
Pengawasan Lemah dan Tidak Sesuai Juknis, Proyek di Jalan Jawa Roboh
99
SHARES
216
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SBNpro – Siantar

Sabtu (12/08/2023) dini hari, proyek drainase di Jalan Jawa, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Sumatera Utara, roboh.

Selain drainase, bangunan tembok penahan yang ada di atas drainase, juga roboh. Serta pagar yang ada di atas tembok, alami kerusakan. Tembok dan pagar, merupakan milik warga.

Sesuai plank yang ada di lokasi, proyek drainase di Jalan Jawa dikerjakan kontraktor dari CV Dinamika Jaya Amerta (DJA), dengan nilai kontrak sekira Rp 193,3 juta, melalui program pengelolaan dan pengembangan draunase yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Siantar.

Warga sekitar, Hakimi menyebut, ketika mengerjakan proyek, pekerja CV Dinamika Jaya Amerta membongkar bangunan drainase sebelumnya (drainase lama). Serta melakukan penggalian tanah.

Drainase lama yang dibongkar, serta tanah yang digali, persis berada dibawa bangunan tembok penahan. “Iya, mereka ada membongkar dan juga melakukan penggalian,” sebut Hakimi.

Drainase dan Tembok Roboh Diduga Karena Tidak Sesuai Juknis

Seorang konsultan kontruksi di Kota Siantar, Minggu (13/08/2023), mengatakan, draenase dan tembok itu roboh, diduga karena pengerjaan tidak sesuai dengan petunjuk tekhnis (juknis).

“Bila pengerjaan drainase dilaksanakan dengan baik dan benar atau mengikuti petunjuk teknis yang benar, pasti berhasil dengan baik,” sebut seorang konsultan kontruksi yang tidak ingin identitasnya dipublis.

Menurut konsultan ini, ada beberapa dugaan yang dapat menyebabkan drainase dan tembok di Jalan Jawa, roboh. Adapun dugaan-dugaan itu diantaranya:

1. Diduga, saat mencampur semen, pasir dan air, kontraktor menggunakan air yang tidak bersih. Melainkan, diduga langsung memakai air yang ada di draenase yang lama.

2. Diduga, di saat mencampur pasir, semen dan air, tidak menggunakan molen, melainkan, memakai tenaga tangan pekerja untuk menjadikan mortar. Sehingga mortar yang dipakai penyedia jasa (kontraktor) tidak sesuai dengan yang diharapkan.

3. Diduga, semen yang digunakan bukan semen tipe I, melainkan semen yang tidak memenuhi syarat. Serta disnyalir, perbandingan semen dan pasir tidak sesuai petunjuk teknis. Hal itu menyebabkan fungsi mortar untuk mengikat pasangan batu padas jadi lambat kering, dan tidak kuat dalam mengikat batu padas.

4. Diduga, penyedia jasa tidak benar-benar mengikuti ukuran yang ada pada gambar rencana. Padahal konsultan perencana telah membuat perencanaan yang baik, dan pasti (konsultan perencana) telah mempertimbangkan kondisi tempat, dimana drainase itu akan dibangun.

5. Diduga karena lantai draenase yang tidak cepat dibangun. Padahal fungsi lantai, selain untuk memperlancar air mengalir, juga untuk menahan kedua dinding draenase yang ada. Bagaimana dinding drainase bisa tahan dan kuat menahan tembok warga yang langsung bersentuhan dengan dinding drainase yang ada, bila tidak disokong atau ditahan oleh lantai drainase.

6. Diduga, penyedia jasa tidak memakai alat bantu sementara dalam menyokong atau menahan dinding pagar masyarakat. Dalam hal ini penyedia jasa memang tidak peka atau tidak paham dalam mengantisipasi apa yang akan terjadi, bila tiba-tiba hujan yang lebat turun, yang menyebabkan volume air yang besar melewati draenase yang sedang dikerjakan.

7. Diduga kurangnya pengawasan dari Dinas PUTR Kota Siantar. Seperti pengawasan dari PPK, Dirtek, pengawas, dan dari konsultan pengawas. Mereka diduga melakukan pembiaran dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Lebih lanjut, konsultan kontruksi ini menyimpulkan, alasan hujan lebat tidak bisa dijadikan alasan, sebagai penyebab utama robohnya draenase dan tembok.

“Karena, bila bahan, campuran, dimensi rencana dan metoda kerja benar-benar mengikuti petunjuk teknis dan mengikuti arahan dari tenaga ahli, mengikuti arahan dari dinas dan mengikuti arahan dari konsultan pengawas, dipastikan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan bersama,” tandasnya.

Sehingga, tuturnya, drainase dan tembok itu roboh, diduga karena lemahnya fungsi pengawasan dalam pelaksanaan pengerjaan proyek draenase tersebut. (*)

Editor: Purba

Tags: draenasedrainasePengawasan LemahProyek di Jalan Jawa RobohTidak Sesuai Juknis
Share40Tweet25Send

Related Posts

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

25/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mulai menyalurkan bantuan kepada pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora. Setiap kios yang terdampak...

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

24/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menyatakan memiliki dan kemampuan anggaran untuk pembangunan kembali kios Pasar Dwikora yang terbakar beberapa...

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

23/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora untuk membahas langkah penanganan pascabencana....

Pemko Siantar Beri Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Beri Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran Pasar Dwikora

22/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan layanan dukungan psikososial kepada korban kebakaran Pasar Dwikora. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat...

Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

20/06/2026

SBNpro - Siantar Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi membuka Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun...

Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

19/06/2026

SBNpro - Siantar Andika Prayogi Sinaga kembali dipercaya memimpin Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Siantar Barat untuk periode 2026–2029. Penetapan...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • DWP Bersama TP PKK Simalungun Berbagi Tali Asih Kepada Anak-Anak Panti Asuhan

    DWP Bersama TP PKK Simalungun Berbagi Tali Asih Kepada Anak-Anak Panti Asuhan

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Takut Dipecat, Elma Theana Tidak Hadiri Persidangan Gatot Brajamusti

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Daftar Nama Pejabat Pemko Siantar yang Dilantik

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Kasus Memandikan Jenazah Non Muhrim Seharusnya Dibuktikan di Pengadilan

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Nasdem Siantar Gelar Pleno, Tongam Diusulkan Jadi Ketua Fraksi

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Taruna Akmil dan Akpol Bedah 4 Rumah Warga dan Bangun Jalan di Raya

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Pasca Penegakan Peraturan pada Bazar Imlek Fair, Warga Siantar Tetap Rukun

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba