SBNpro – Jakarta
Pusat Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (PA3KN) Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI meluncurkan Sistem Layanan Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara (Syakura) di Ruang Command Center, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Aplikasi tersebut dikembangkan untuk mempercepat proses analisis anggaran dan memodernisasi layanan akuntabilitas keuangan negara melalui sistem digital yang terintegrasi.
Melalui Syakura, permintaan analisis yang sebelumnya diproses secara manual maupun melalui pesan singkat kini dapat diajukan dalam satu platform digital yang terstruktur. Sistem ini dirancang untuk memperkuat dukungan teknis dan substansi bagi anggota Komisi I hingga XIII DPR RI, Badan Anggaran (Banggar), serta Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN).
Dalam kegiatan yang sama, PA3KN juga memperkenalkan aplikasi PRISMA untuk mendukung optimalisasi tata kelola internal.
Kepala PA3KN Sekretariat Jenderal DPR RI, Furcony Putri Syakura, mengatakan pengembangan layanan digital tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang terukur dan akuntabel. Nama Syakura dipilih agar mudah diingat sekaligus menjadi simbol pembaruan tata kelola di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI.
“Syakura hadir agar semua permintaan dan analisis anggaran yang selama ini diproses secara manual maupun lewat pesan singkat dapat terstandarisasi serta terintegrasi dalam satu platform digital,” ujar Furcony saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, pembenahan layanan tersebut sejalan dengan komitmen PA3KN dalam menerapkan standar manajemen mutu berskala internasional.
“Kami bertekad menjaga transparansi dan kualitas layanan publik dengan meraih serta memperbarui sertifikasi ISO Manajemen Mutu dan Anti-Penyuapan, sejalan dengan pembangunan Zona Integritas menuju WBK,” tambahnya.
Menurut Furcony, sosialisasi Syakura bertujuan memperjelas alur permintaan analisis, memperkuat penggunaan bukti dalam proses analisis, serta memastikan setiap permintaan diajukan secara terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tujuan sosialisasi ini adalah mempermudah layanan yang sebelumnya sudah dikerjakan, tetapi kali ini kita buat agar berpatokan pada evidence-based, ada permintaan terstruktur yang ditandatangani secara bertanggung jawab, serta ada SOP jangka waktu penyelesaiannya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri pejabat administrator, pejabat pengawas, analis APBN, serta tenaga ahli komisi. Acara dilanjutkan dengan pelatihan teknis penggunaan aplikasi secara langsung.
Sementara itu, PRISMA dikembangkan sebagai repositori digital terpusat untuk menyimpan dan mengintegrasikan data hasil analisis agar lebih mudah diakses oleh para analis PA3KN.
Ke depan, Syakura ditargetkan mengikuti kompetisi inovasi di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI hingga tingkat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
Kedua platform tersebut diharapkan terus dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan anggaran DPR RI. (*)
Sumber: Parlementaria









Discussion about this post