SBNpro – Siantar
Suasana sederhana di Sidomulyo, Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Selasa (10/03/2026), menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan harapan mereka.
Di tempat tersebut, Anggota DPRD Kota Pematangsiantar dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Hendra Pardede, SE menggelar reses Masa Persidangan II Tahun 2026.
Pertemuan dihadiri unsur pemerintah kecamatan serta tokoh masyarakat, berlangsung hangat. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari infrastruktur, jalan, lampu jalan hingga kebutuhan sosial lainnya.
Camat Siantar Simarimbun, Alex Siahaan, dalam sambutannya mendorong masyarakat agar terbuka menyampaikan keluhan.
Ia berharap setiap persoalan pembangunan di wilayah tersebut dapat diteruskan kepada wakil rakyat agar bisa diperjuangkan di tingkat legislatif.
“Kalau ada kendala pembangunan di daerah ini, mari kita sampaikan supaya bisa diperjuangkan oleh Bapak Dewan,” ujar Alex di hadapan warga.
Keluhan pertama datang dari Roni, seorang warga yang menyoroti minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di kawasan Simpang Tangki hingga menuju arah Sidamanik.
Kondisi jalan yang gelap, menurutnya, kerap menimbulkan rasa tidak aman bagi pengguna jalan dan warga sekitar.
Selain itu, ia juga menyinggung persoalan sampah di sepanjang Jalan Parapat yang merupakan jalan nasional. Ketiadaan fasilitas tempat sampah membuat sebagian warga terpaksa membuang sampah ke sungai.
Menanggapi hal tersebut, Hendra Pardede langsung meminta dinas terkait memberi perhatian serius terhadap persoalan penerangan jalan.
Ia menilai kawasan tersebut merupakan jalur penting yang menjadi pintu keluar masuk Kota Pematangsiantar.
“Jalan ini merupakan akses utama dan menjadi wajah Kota Pematangsiantar. Saya minta penerangan di Simpang Tangki diprioritaskan,” tegasnya kepada perwakilan dinas yang hadir.
Persoalan lain yang disampaikan warga adalah kondisi jalan yang curam dan rusak. Hendra menyatakan akan mengusulkan agar Dinas Pekerjaan Umum turun langsung melakukan survei lapangan.
Menurutnya, aspirasi tersebut akan dimasukkan ke dalam Pokok Pikiran (Pokir) DPRD agar dapat dibahas dalam sidang paripurna dan diupayakan masuk dalam program pembangunan.
Tidak hanya soal infrastruktur, aspirasi warga juga menyentuh sektor pendidikan dan pembinaan generasi muda.
M Imam, salah seorang warga, mengungkapkan kondisi gedung mengaji yang kini tidak lagi aktif karena keterbatasan dana swadaya masyarakat.
Ia berharap pemerintah dapat membantu merehabilitasi bangunan tersebut agar kegiatan belajar agama bagi anak-anak kembali berjalan.
Menanggapi hal itu, Hendra mengungkapkan bahwa DPRD Pematangsiantar tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) inisiatif mengenai pendidikan non-formal.
Menurutnya, regulasi tersebut direncanakan akan dibahas dalam rapat paripurna setelah Hari Raya Idulfitri. Salah satu poin yang diusulkan adalah pemberian insentif bagi para guru mengaji.
“Kami sedang menyiapkan Perda pendidikan non-formal. Setelah Lebaran nanti akan diparipurnakan. Harapannya di dalamnya juga diatur soal insentif bagi guru-guru mengaji,” katanya.
Perhatian terhadap kegiatan masyarakat juga terlihat ketika Monang Lumbanraja mengusulkan fasilitas olahraga bagi pemuda setempat.
Menanggapi permintaan itu, Hendra menyatakan akan memberikan bantuan net voli untuk mendukung aktivitas olahraga di lingkungan tersebut.
Sementara itu, persoalan lain yang turut disampaikan warga adalah keberadaan tiang listrik di Gang Tanah Wakaf yang dinilai mengganggu akses jalan.
Hendra berjanji akan membantu warga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mencari solusi pemindahan tiang tersebut.
Terkait masalah sampah, ia meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan memastikan kesiapan masyarakat jika nantinya ditempatkan bak sampah kontainer atau Amrol di wilayah tersebut.
Reses yang berlangsung penuh dialog itu akhirnya ditutup dengan kesepahaman bersama. Pemerintah kecamatan, dinas teknis, dan wakil rakyat sepakat mengawal berbagai aspirasi yang disampaikan warga agar dapat direalisasikan dalam program pembangunan tahun anggaran 2026. (*)










Discussion about this post