SBNpro – Siantar
Kebakaran melanda kawasan Pasar Dwikora atau yang dikenal masyarakat sebagai “Pajak Parluasan” di Kota Pematangsiantar, Kamis (18/6/2026) dini hari. Sedikitnya 311 kios pedagang dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Api yang mulai diketahui dini hari itu, dengan cepat membesar dan melahap deretan kios, terutama yang menjual berbagai jenis kain. Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama hingga akhirnya berhasil dikendalikan saat hari sudah terang.
Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya (PHJ), Bolmen Silalahi mengatakan, berdasarkan data sementara yang dihimpun, sebanyak 311 kios terdampak kebakaran. Namun, pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah pasti kios yang terbakar maupun kerugian yang dialami para pedagang.
Senada dengan itu, Direktur Operasional PD PHJ, Evra Sassky Damanik, menyebut pihaknya masih mengumpulkan data dari pengelola Pasar Dwikora terkait jumlah kios yang terbakar, kios terdampak, serta status kepemilikannya.
“Kami masih meminta data kepada Kepala Pasar Dwikora terkait jumlah kios yang terbakar, yang terdampak, serta status kiosnya,” ujar Evra.
Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan para pedagang dan warga sekitar. Tampak sejumlah pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan yang masih dapat dievakuasi sebelum api semakin membesar.
Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur Sitinjak, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.40 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Siantar Utara, jajaran Polres Pematangsiantar, serta personel Brimob langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanganan dan melakukan pengamanan.
Selain membantu evakuasi barang milik pedagang, aparat kepolisian juga melakukan penjagaan ketat guna mengantisipasi aksi penjarahan selama proses pemadaman dan pascakebakaran.
“Sejak pagi sejumlah armada pemadam kebakaran terus bekerja memadamkan sisa-sisa api. Awalnya sembilan unit mobil pemadam dikerahkan, kemudian bertambah menjadi sebelas unit karena masih ditemukan titik api di beberapa bagian reruntuhan,” kata Kapolres.
Meski menghanguskan ratusan kios dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara, sekitar pukul 06.00 WIB, Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, tiba di lokasi kebakaran didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia meninjau langsung kondisi pasar yang terbakar sekaligus berdialog dengan para pedagang yang terdampak.
Pada kesempatan itu, Wesly menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami para pedagang dan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar akan berupaya membantu proses penanganan pascakebakaran.
“Kejadian ini merupakan musibah yang tidak diharapkan siapa pun. Pemerintah akan berupaya membantu dan memperhatikan para pedagang yang terdampak,” ujarnya.
Pemerintah Kota Pematangsiantar juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses pendataan korban, penanganan pascakebakaran, serta upaya pemulihan aktivitas perdagangan dapat berjalan optimal.
Sedangkan terkait beredarnya isu yang menyebut kebakaran terjadi karena unsur kesengajaan, pihak PD Pasar Horas Jaya maupun kepolisian membantah spekulasi tersebut dan meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi.
Kapolres menegaskan bahwa Tim Inafis Polres Pematangsiantar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi dan berbagai petunjuk di lapangan. Polisi juga dikabarkan memeriksa penjaga malam yang berada di lokasi saat kejadian untuk dimintai keterangan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi dari proses penyidikan yang sedang berlangsung. (*)










Discussion about this post