SBNpro.com
Jumat, Juli 31, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Kolom

Teknologi Pendidikan dalam Revolusi Industri 4.0

SBNPro.com by SBNPro.com
24/04/2019
A A
83
SHARES
180
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Oleh Mestika R Silalahi

Revolusi Industri 4.0 adalah konsep yang banyak dibicarakan yang menggambarkan bagaimana “membentuk masa depan pendidikan, jender dan kerja” (World Economic Forum, 2017a) dan bagaimana “mempercepat rekrutmen tenaga kerja” (World Economic Forum, 2017b). Revolusi Industri 4.0 sebagai frasa berakar pada analisis awal evolusi teknologi di mana konsep awal Revolusi Industri 1.0 pada abad 18, lebih tepatnya pada tahun 1784 oleh perumusan hukum gerak Newton, munculnya mesin uap untuk melakukan pekerjaan rutin yang pada awalnya dilakukan oleh manusia.

Revolusi Industri 2.0 pada tahun 1870 dikatalisis oleh Faraday dan Maxwell yang menyatukan kekuatan magnetik dan listrik menyebabkan pembangkitan listrik dan motor listrik berperan dalam jalur perakitan yang telah mendominasi banyak industri. Revolusi Industri 3.0 pada tahun 1969 dikatalisis oleh penemuan transistor yang mengantar era elektronik seperti komputer dan internet.

Revolusi Industri 4.0 akan merevolusi industri begitu besar sehingga sebagian besar pekerjaan yang ada saat ini tidak akan ada dalam 50 tahun kedepan (Marwala et al., 2006).

Uraian tersebut memberikan gambaran bahwa Revolusi Industri berperan besar dalam perkembangan ekonomi manusia. Hobsbawm (1968) dari sudut pandang berbeda, menyatakan Revolusi Industri bukan hanya berpusat pada percepatan pertumbuhan ekonomi.

Namun, percepatan pertumbuhan mental masyarakat juga dapat dikembangkan melalui revolusi tersebut, karena melalui transformasi ekonomi dan sosial disposisi berpikir yang berafiliasi pada proses mental masyarakat akan terbentuk.

Transformasi ekonomi yang berimplikasi pada tranformasi sosial dan pendidikan dari tiga revolusi industri seperti dijabarkan tersebut dapat memberikan titik awal untuk mempertimbangkan transformasi potensial dalam pendidikan yang timbul dari Revolusi Industri 4.0. Hubungan antara pendidikan dan masyarakat secara tersirat memiliki linieritas positif, di mana pendidikan diharapkan bersinergi dengan kecenderungan ekonomi dan politik dan tidak mewakili sesuatu yang berbeda.

Pemahaman umum seperti hubungan antara pendidikan dan struktur sosial ekonomi serta keterlibatan posisi pendidikan, membantu kita untuk membentuk proyeksi pendidikan masa depan yang terkait dan antisipatif terhadap Revolusi Industri 4.0.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam suatu proses pembelajaran, sebuah media mempunyai fungsi yang cukup vital dikarenakan media mempunyai fungsi sebagai pembawa pesan atau informasi daritenaga kependidikan (sumber) menuju kepada siswa (penerima).

Pada abad ke-18 hingga abad ke-19 media pembelajaran yang digunakan yaitu tenaga pengajar, papan tulis hitam, kapur tulis dan buku tulis berkembang menjadi papa tulis hijau dan kapur tulis dan papan tulis putih (whiteboard) dan spidol.

Teknologi semakin berkembang pada awal 1900 teknologi tumbuh dari praktek pendidikan (berisi pameran museum portabel, stereograf (tiga-dimensi foto), slide, film, cetakan studi, grafik, dan bahan instruksional) dalam menyajikan bahan pelengkap kurikulum tanpa bermaksud menggantikan kehadiran tenaga kependidikan dan buku teks. Pada tahun 1920 kemajuan teknologi dibidang siaran radio, rekaman suara, dan gambar gerak memperluas media yang digunakan untuk praktek instruksional pendidikan.

Pada tahun 1940-an kemajuan teknologi pendidikan ditandai dengan munculnya alat untuk memproyeksikan benda tembus cahaya (project overhead), computer yang mempunyai kemampuan mengkombinaskan teks, suara, warna, gambar, gerak dan video serta memuat suatu kepintaran yang sanggup menyajikan proses interaktif. Kemudian teknologi terus berkembang hingga abad ke-21 dengan munculnya internet, informasi tersedia dimana saja dan dapat di akses kapan saja, komputasi yang semakin cepat, otomasi yang menggantikan pekerjaan-pekerjaan rutin, komunikasi yang dapat dilakukan darimana saja dan kemana saja (Litbang Kemdikbud, 2013).

Abad ke-21 baru berjalan satu dekade, namun dalam dunia pendidikan sudah dirasakan adanya pergeseran, menyebabkan adanya tuntutan-tuntutan yang serba baru sebagai upaya dalam pemenuhan kebutuhan bidang pendidikan yang berbasis pengetahuan yang didukung oleh penerapan media dan teknologi digital.

Salah satu tuntutan dunia abad 21 adalah keahlian dalam teknologi dan layanan yang cepat sehingga dapat bertahan dalam persaingan industri. Hal lain yang dapat menguntungkan dari mengikuti perkembangan adalah adanya kemajuan, peningkatan efektifitas, dan efesiensi kerja.

Tetapi ada hal negatif dari mengikuti perkembangan jika tidak bisa dikontrol atau dipilah-pilah yaitu budaya asing yang masuk ke masyarakat sehingga dapat mengakibatkan ketidak harmonisan masyarakat, kesenjangan mayarakat dan kecemburuan sosial, maka dari itu pendidikan berkarakter sangat dibutuhkan yang diajarkan oleh pendidik terhadap peseta didik. Solusi dari masalah yang muncul dalam proses pendidikan karakter adalah memiliki tenaga kependidikan yang professional.

Tenaga kependidikan yang professional akan meningkatkan hal belajar siswa lebih baik. Tenaga pendidik professional memiliki tugas yang lebih banyak daripada tenaga kependidikan biasa yaitu (1) membuat pembelajaran yang bermutu, (2) pembelajaran yang bermanfaat untuk lulusan, dan (3) pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja.

Kompetensi yang harus dimilki oleh tenaga kependidikan professional adalah (1) basis pengetahuan, (2) pedagogi, (3) personal atribut, dan (4) kepemimpinan.

Disamping itu tenaga kependidikan professional harus terintegrasi dan mempunyai kemampuan kolaborasi, teknologi, komunikasi dan evaluasi. Dengan adanya kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kependidikan professional maka peserta didik dapat mengecam pendidikan berkarakter sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Literasi lama yang mengandalkan baca, tulis dan matematika harus diperkuat dengan mempersiapkan literasi baru dalam bidang pendidikan tinggi, dalam rangka membersiapkan sumber daya manusia yang kompeten di masa depan.Tiga literasi baru tersebut adalah (1) Data Literation adalah kemampuan untuk membaca, analisa dan menggunakan informasi dari Big Data dalam dunia digital; (2) Technology Literation; adalah kemampuan untuk memahami sistem mekanika dan teknologi dalam dunia kerja, seperti Coding, Artifical Intellence (AI) dan prinsip-prinsip tekhnik rekayasa (engineering principles); dan (3) Human Literation adalah dalam bidang kemanusiaan, komunikasi dan desain (rancangan) yang perlu dikuasai oleh semua lulusan pendidikan tinggi Indonesia.

Khusus untuk literasi manusia (SDM), strategi yang harus diterapkan kepada generasi penerus adalah harus mampu berinteraksi dengan baik, tidak kaku, dapat melakukan pendekatan kemanusian dengan melaksanakan komunikasi yang baik dan berbobot, selain harus menguasi desain kreatif dan inovatif.

Tiga prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam dunia pendidikan untuk menghadapi Revolusi Inustri 4.0 adalah (1) Competency-based Education (pendidikan berbasis kompetensi); (2) The Internet of Things (IoT): penggunaan internet dalam sistem pengajaran; (3) Virtual/Augmented Reality (pengembangan sistem pendidikan berbasis maya (virtual)), untuk peningkatan transfer teknologi dari luar ke Indonesia serta Artificial Intelligence (AI/pengembangan platform pendidikan online, sehingga mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan melalui online).

Perkembangan teknologi menuntut transformasi paradigma pendidikan. Pembelajaran berorientasi pada siswa sangat dianjurkan untuk membentuk pebelajar mandiri, oleh karena itu keterampilan-keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, berpikir kreatif, problem solving, serta metakognisi sangat urgen untuk dibelajarkan sebagai bekal untuk menghadapi era yang menuntut kemampuan kolaborasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang baik. Tidak hanya pada siswa tetapi juga pada peningkatan kualitas tenaga kependidikan. (*)

 

Penulis Mestika R Silalahi adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Del.

Share33Tweet21Send

Related Posts

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

25/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mulai menyalurkan bantuan kepada pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora. Setiap kios yang terdampak...

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

24/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menyatakan memiliki dan kemampuan anggaran untuk pembangunan kembali kios Pasar Dwikora yang terbakar beberapa...

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

23/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora untuk membahas langkah penanganan pascabencana....

Pemko Siantar Beri Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Beri Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran Pasar Dwikora

22/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan layanan dukungan psikososial kepada korban kebakaran Pasar Dwikora. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat...

Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

20/06/2026

SBNpro - Siantar Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi membuka Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun...

Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

19/06/2026

SBNpro - Siantar Andika Prayogi Sinaga kembali dipercaya memimpin Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Siantar Barat untuk periode 2026–2029. Penetapan...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • Daftar Nama Pejabat Pemko Siantar yang Dilantik

    Daftar Nama Pejabat Pemko Siantar yang Dilantik

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • DWP Bersama TP PKK Simalungun Berbagi Tali Asih Kepada Anak-Anak Panti Asuhan

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Kasus Memandikan Jenazah Non Muhrim Seharusnya Dibuktikan di Pengadilan

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Takut Dipecat, Elma Theana Tidak Hadiri Persidangan Gatot Brajamusti

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Nasdem Siantar Gelar Pleno, Tongam Diusulkan Jadi Ketua Fraksi

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Dikunjungi RHS, Pekan Pematang Raya Heboh

    125 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Keluarga Besar Simanjuntak Deklarasi Dukung Mangatas Silalahi-Ade Sandrawati Purba

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba