SBNpro – Siantar
Anggota Komisi III DPRD Kota Siantar, Andika Prayogi Sinaga, menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengerjaan proyek pembangunan di Kota Pematangsiantar.
Andika mengatakan, setiap tahun terdapat cukup banyak proyek pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Siantar. Pada 2026, misalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengerjakan sebanyak 250 paket proyek.
Menurutnya, ratusan paket pekerjaan tersebut semestinya dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, khususnya warga yang memiliki keterampilan di bidang konstruksi.
Namun, ia menyayangkan tenaga kerja konstruksi yang berasal dari Kota Pematangsiantar justru dinilai belum mendapat kesempatan yang memadai untuk terlibat dalam pengerjaan proyek pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Andika, yang akrab disapa Yogi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Siantar bersama Kepala Dinas PUTR Sofian Purba dan jajarannya, Senin (2/11/2026).
Ia menyebutkan, sejumlah kepala tukang, tukang, hingga pekerja konstruksi asal Siantar telah menyampaikan keluhan kepadanya karena tidak dilibatkan dalam pengerjaan proyek Dinas PUTR maupun organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
“Yang kami dapati, (para pekerja) itu dari Perdagangan, Tebing, Medan dan dari Simalungun. Gak ada dari Siantar. Jangan gitulah,” tandas Yogi.
Karena itu, ia meminta Kepala Dinas PUTR memperhatikan keberadaan tenaga kerja lokal dan mendorong pejabat pembuat komitmen (PPK) agar memprioritaskan warga Pematangsiantar dalam pelaksanaan proyek pembangunan.
“Harapan kami, bisa diingatkan Pak Kadis, agar teman-teman PPK bisa memprioritaskan pekerja dari Kota Siantar. Jangan orang menikmati uang kita, masyarakat kita jadi penonton. Nggak boleh gitu. Tolong dulu diprioritaskan dari Kota Pematangsiantar, banyak kali pengangguran di kota ini,” ucap Andika.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUTR Pematangsiantar, Sofian Purba mengatakan, bahwa dinas yang dipimpinnya mengelola 250 paket proyek pembangunan dengan total anggaran sekitar Rp99 miliar pada 2026.
Dari jumlah pekerjaan tersebut, kata Sofian, diperkirakan sedikitnya 1.250 tenaga kerja bidang konstruksi telah terserap.
Ia menyatakan akan membangun komitmen dengan penyedia jasa konstruksi agar ke depan tenaga kerja lokal mendapat prioritas dalam pengerjaan proyek.
“Penguatan itu di luar tenaga skill ya,” ujarnya. (*)








Discussion about this post