SBNpro – Simalungun
Kapolres Simalungun AKBP Hendri Nupia Dinka Barus mengajak jurnalis dan netizen bersikap kritis serta membangun komunikasi terbuka dengan kepolisian. Ia juga mendorong media ikut mengawal pelayanan publik melalui kritik dan penyampaian informasi yang akurat.
Ajakan tersebut disampaikan Hendri saat coffee morning bersama insan pers di Aula Polres Simalungun, Jumat (16/10/2026) siang. Pertemuan itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus komunikasi antara kepolisian dan media.
“Kepolisian tidak cukup hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Lebih dari itu, polisi dituntut mampu memberikan pelayanan yang dirasakan manfaatnya, merespons pengaduan dengan cepat, serta membangun kepercayaan publik,” ujarnya.
Hendri mengatakan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membutuhkan dukungan berbagai elemen. Menurutnya, media dan penggiat media sosial berperan penting dalam menyampaikan informasi kepolisian kepada masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Tanpa dukungan rekan-rekan wartawan, influencer dan penggiat medsos, kerja-kerja Polri tidak akan sampai ke masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Komunikasi dengan media diharapkan menjadi sarana menyampaikan informasi, menerima masukan, dan mengevaluasi kekurangan dalam pelayanan kepolisian.
Hendri juga membuka ruang bagi kritik terhadap institusi yang dipimpinnya. Namun, ia mengingatkan pentingnya memeriksa informasi dan melakukan konfirmasi agar pemberitaan yang disampaikan kepada publik tetap berimbang.
“Hari ini kita ngopi bareng, kita bangun komunikasi yang terbuka. Silakan kritik kami jika ada yang salah, tapi mari kita konfirmasi dulu agar berita berimbang,” katanya.
Pengaduan Masyarakat Perlu Ditindaklanjuti Cepat
Dalam pertemuan itu, Hendri turut menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan publik, terutama dalam merespons laporan masyarakat. Ia menekankan agar pengaduan ditangani sejak awal tanpa harus menunggu persoalan menjadi perhatian luas di media sosial.
“Pengaduan semestinya dapat dikenali dan ditindaklanjuti sejak awal, bukan baru menjadi perhatian setelah viral,” tegasnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Police Presence menuju Police Meaningfulness, yakni perubahan dari sekadar menunjukkan kehadiran polisi menjadi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut pendekatan tersebut, penanganan persoalan kamtibmas tidak hanya mengandalkan penindakan. Pencegahan, komunikasi, edukasi, dan keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk mengantisipasi persoalan sosial sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Media Diharapkan Menyajikan Informasi Akurat
Hendri menempatkan wartawan dan penggiat media sosial sebagai mitra dalam menjaga kamtibmas. Informasi yang disampaikan kepada publik, menurutnya, perlu mengedepankan kecepatan, akurasi, objektivitas, dan pertanggungjawaban.
Di sisi lain, keterbukaan informasi juga menuntut kepolisian memberikan penjelasan terhadap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Konfirmasi diharapkan menjadi bagian dari komunikasi dua arah untuk memastikan informasi yang diterima publik jelas dan akurat.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut agenda silaturahmi Kapolres yang sebelumnya tertunda karena padatnya kegiatan kedinasan.
“Tujuan utamanya hanya silaturahmi, membangun komunikasi dua arah. Kami berharap rekan-rekan media selalu melakukan konfirmasi kepada Humas sebelum menerbitkan berita terkait Polres Simalungun agar tidak terjadi miss informasi,” kata Verry. (SN36)









Discussion about this post