SBNpro.com
Kamis, Juni 25, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Budaya & Pendidikan

Ingat Sejarah! Taman Bunga Itu Namanya Lapangan Merdeka

SBNPro.com by SBNPro.com
21/12/2017
A A
783
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SBNpro – Siantar

Nama sebenarnya dari taman kota yang terletak  di pusat Kota Siantar, Sumatera Utara, adalah Lapangan Merdeka. Penamaan itu tertuang di dalam peraturan daerah dan belum pernah diubah. Tetapi hanya sedikit masyarakat yang mengetahui nama itu. Kebanyakan justru menyebutnya Taman Bunga meskipun realitanya nyaris tak ada tanaman bunga di tempat itu. Bagaimana bisa?

Dari wawancara yang pernah dilakukan seorang wartawan lokal terhadap mantan Walikota Pematangsiantar periode 1967-1974, Almarhum Laurimba Saragih, diketahui, ternyata adanya perubahan nama Lapangan Merdeka menjadi Taman Bunga oleh masyarakat itu, terjadi di masa awal tahun 80-an.

Wawancara itu sendiri dilakukan semasa hidup almarhum di akhir tahun 2008, di kediaman almarhum yang beralamat di Jalan Medan, Kota Pematangsiantar.

Kepada wartawan Laurimba Saragih menjelaskan, sejak awal kemerdekaan dulu, Lapangan Merdeka adalah tempat pelaksanaan setiap upacara seremonial dan peringatan hari-hari besar oleh pemerintahan di wilayah ini. Tempat itu masih berupa lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan tugu perjuangan di tengahnya. Belum ada pepohonan dan masih terhubung dengan halaman balai kota– sebab belum ada pembatas jalan.

Dulu fungsi Lapangan Merdeka persis seperti fungsi Lapangan Haji Adam Malik saat ini. Namun saat itu, Lapangan Haji Adam Malik masih dibiarkan begitu saja alias sama sekali belum dimanfaatkan untuk kegiatan pemerintahan.

Hingga kemudian, saat Lapangan Haji Adam Malik mulai difungsikan pemerintah sebagai tempat upacara, dan di sisi lain warga siantar mulai memiliki tradisi berekreasi yang ternyata tujuan utamanya adalah Lapangan Merdeka, ia lalu memutuskan melakukan pemugaran Lapangan Merdeka dengan membangun pagar keliling setinggi 60 sentimeter. Tujuannya, selain agar pengunjung ke lokasi itu lebih nyaman, utamanya adalah agar nilai historis lapangan tersebut terus terjaga.

Sekitar sepuluh tahun kemudian setelah pemugaran itu, pemko pun mulai menanami pepohonan dan berbagai jenis bunga di tempat itu agar lebih indah sebagai tempat rekreasi.

“Sekitar awal tahun 80-an, karena tempat itu tidak lagi dipakai sebagai tempat upacara kemerdekaan, ditanamilah di situ pepohonan dan bunga-bunga. Lalu, mulailah ada orang yang bilang itu Taman bunga. Kemudian, karena dirasa cocok, semua orang membilang itu sebagai Taman Bunga, padahal itu nama sebenarnya adalah lapangan merdeka,” jelasnya.

Laurimba yang ketika diwawancarai itu berusia 81 tahun, mengaku cukup suka dengan penamaan Taman Bunga oleh masyarakat ketika itu. Yang kemudian ternyata membuat warga akhirnya lebih mengenal lapangan tersebut dengan nama itu. Yang penting baginya, adalah, keutuhan bentuk lapangan tersebut agar dijaga jangan sampai ada bangunan atau aktivitas-aktivitas yang dapat melecehkan nilai historis lapangan tersebut.

Mengapa sampai ada ucapan ‘keutuhan bentuk lapangan agar dijaga dan jangan sampai ada bangunan atau aktivitas-aktivitas yang dapat melecehkan nilai historis lapangan tersebut’ oleh Laurimba Saragih?

Itu sebab saat diwawancarai di akhir 2008 itu, suasana kota siantar sedang bergejolak akibat adanya pembangunan balairung untuk kios-kios pedagang di atas lahan Lapangan Merdeka. Dan beliau tidak sepakat dengan pembangunan itu.

“Saya tidak ingin menyalahkan siapapun. Tapi kalau saya yang ditanya, sampai kapanpun saya tidak setuju didirikan kios di dalam Taman Bunga. Kalau di situ dibangun kios atau apapun, maka namanya bukan lagi Taman Bunga, bukan lagi Lapangan Merdeka.” Demikian dikatakan beliau saat itu.

Nah, sekarang sudah tahukan sejak kapan dan mengapa Lapangan Merdeka menjadi disebut Taman Bunga meski sekarang bunga-bunga yang pernah ditanami di tempat itu sudah nyaris tidak ada lagi?

Sumber : isiantar.com

Editor : Gunawan Purba

Tags: lapangan merdekasejarahsiantartaman bunga
Share376Tweet170Send

Related Posts

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

25/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mulai menyalurkan bantuan kepada pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora. Setiap kios yang terdampak...

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

24/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menyatakan memiliki dan kemampuan anggaran untuk pembangunan kembali kios Pasar Dwikora yang terbakar beberapa...

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

23/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora untuk membahas langkah penanganan pascabencana....

Pemko Siantar Beri Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Beri Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran Pasar Dwikora

22/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan layanan dukungan psikososial kepada korban kebakaran Pasar Dwikora. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat...

Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

20/06/2026

SBNpro - Siantar Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi membuka Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun...

Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

19/06/2026

SBNpro - Siantar Andika Prayogi Sinaga kembali dipercaya memimpin Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Siantar Barat untuk periode 2026–2029. Penetapan...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Bosar Maligas dan Serbelawan Banjir, 368 Rumah Terendam, Warga Mengungsi

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • 311 Kios Pasar Dwikora Siantar Ludes Terbakar, Polisi Perketat Pengamanan

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1888 shares
    Share 814 Tweet 448
  • Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba