SBNpro.com
Sabtu, Juli 18, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Advertorial

Hanya Manis Awalnya Saja!

fendiepablo by fendiepablo
21/11/2022
A A
Hanya Manis Awalnya Saja!
48
SHARES
104
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Kurangi makan nasi dan makan yang manis – manis, nanti diabetes. Habis makan langsung mengantuk, diabetes ya? Dua kalimat ini rasanya akrab ditelinga.

Beberapa orang sering mengaitkan kedua hal tersebut dengan diabetes. Diabetes merupakan salah satu penyakit yang sering dikenal dengan gula darah atau sakit gula.

Diabetes merupakan penyakit yang dikarenakan pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif sehingga mengakibatkan peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah. Insulin sendiri merupakan hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah.

Diabetes sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 ditandai dengan kurangnya produksi insulin. Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan insulin yang jumlahnya kurang akibat asupan gula yang terlalu banyak.

Seberapa berbahayanya kah diabetes? Sampai-sampai banyak orang yang sangat berhati-hati dengan penyakit ini. Beberapa orang tak jarang selalu mengingatkan kerabat yang memang berpotensi menjadi penyandang diabetes.

Misalnya mereka yang overweight, sering mengonsumsi makanan manis, kurang gerak. Semua dikaitkan dengan diabetes. Benarkah demikian? Berikut fakta-fakta terkait diabetes.

1. Diabetes tergolong ke dalam silent disease, karena mereka yang menyandang diabetes terkadang tidak menyadari sehingga mungkin mengalami komplikasi penyakit akibat diabetes. Namun jika ditangani dengan benar, diabetes tidak akan menimbulkan komplikasi penyakit.

2. Mereka yang obesitas pasti diabetes. Belum tentu. Mereka dengan pola makan tidak terkontrol yang mungkin berisiko diabetes.

3. Diabetes merupakan penyakit genetik. Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes memang berisiko diabetes. Tetapi diabetes dapat dikendalikan dengan melakukan pola makan sehat dan tidak berlebihan.

4. Diabetes bisa dialami semua usia dan jenis kelamin. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan wanita berisiko lebih tinggi dibanding pria.

5. Diabetes dapat dicegah. Pencegahan diabetes bergantung dari pola hidup. Misal rajin berolahraga, membatasi pola makan. Konsumsi makanan seimbang dengan porsi cukup.

6. Mereka yang berisiko diabetes tetap bisa mengonsumsi makanan yang manis. Hanya saja porsi makanan manis harus benar-benar terhitung sesuai jumlah kebutuhannya.

7. Beberapa orang beranggapan bahwa gula itu jahat, akhirnya mereka tidak mengonsumsi gula sama sekali. Padahal gula atau glukosa juga dibutuhkan oleh tubuh dan menjadi salah satu sumber energi. Hal yang perlu dilakukan adalah membatasi jumlah gula yang dikonsumsi.

8. Konsumsi obat pengontrol gula darah pada orang diabetes. Boleh atau tidak? Jawabannya boleh saja asalkan sesuai dengan anjuran dokter. Hal yang sering terjadi adalah mereka yang mengonsumsi obat ini terkadang berpuasa. Padahal jika mereka berpuasa justru semakin mengurangi asupan gula yang dibutuhkan tubuh sehingga menyebabkan mereka menjadi hipoglikemi (kekurangan gula dalam tubuh). Ini juga berbahaya.

Intinya, gula atau glukosa tetap dibutuhkan oleh tubuh. Hanya saja kita perlu membatasi asupan gula yang masuk di dalam tubuh. Karena kelebihan gula tidak baik pun kekurangan gula. Porsinya harus pas.

Lantas bagaimana kita tahu bahwa kecukupan gula dalam tubuh sudah tepat? Lakukan pemeriksaan gula darah secara rutin untuk mengontrol kadar gula dalam darah.

Dalam rangka memperingati World Diabetes Day 2022 memberikan tarif khusus untuk pengelolaan diabetes melitus dan profil lemak plus, serta paket hemat 20% untuk Paket Prediabetes dan Prodia PULS Cardiac – Marker.

Kontrol kadar gula dalam darah sekarang agar terhindar dari risiko diabetes. Info lebih lanjut silakan hubungi Kontak Prodia 1500-830 atau klik di www.prodia.co.id.

www.prodia.co.id, dan download Prodia Mobile sekarang juga.**

Tags: Klinik ProdiaPrediabetesProdiaProdia Pematang SiantarProdia PULS CardiacProdia Siantarsiantar
Share19Tweet12Send

Related Posts

Utamakan Kesehatan Anda & Keluarga

Utamakan Kesehatan Anda & Keluarga

30/09/2022

Utamakan Kesehatan Anda & Keluarga - Tiga tahun berlalu sejak pertama kali kasus Covid - 19 ditemukan di Indonesia. Sekarangpun...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    634 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1900 shares
    Share 819 Tweet 451
  • Sudah Berlaku di Siantar, Urus Perpanjangan SIM A dan C Lewat Aplikasi

    511 shares
    Share 204 Tweet 128
  • Tani On Stage Edukasi Warga Belanja Pangan Bijak Jelang Lebaran

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Tanggapi Bantahan BPKPD, Rony Situmorang Minta Pemko Siantar Fokus Ajukan Permohonan ke Pemprovsu

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Truk Tabrak 4 Rumah di Siantar, Ketua PAC PDIP Minta Pabrik OH5, Pindah

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Batak dan Melayu Identitas Buatan Kolonial, Nenek Moyang Karo Lebih Tua dari Si Raja Batak

    649 shares
    Share 260 Tweet 162
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba