SBNpro.com
Kamis, September 3, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Kolom

Facebook Diantara Hujatan dan Prasangka

SBNPro.com by SBNPro.com
17/10/2018
A A
54
SHARES
118
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Oleh
Mamah Helohs

Meski dilandasi dengan data yang jelas, menjadi objek hujatan itu cukup menyakitkan. Sehingga menjadi sangat menyakitkan, bila hujatan berupa prasangka tanpa dilandasi data.

Kini, hujatan berupa prasangka semakin banyak ditemukan di media sosial (medsos). Terutama melalui facebook (FB). Lewat FB, hujatan atau prasangka itu tak jarang dialamatkan ke pemerintah.

Dari sejumlah pemilik akun FB yang diketahui merupakan warga Kota Siantar, tidak sedikit ketika “ber-FB”, baik melalui status maupun komentar, cendrung tidak mengkritik, melainkan berprasangka.

Kenapa disebut berprasangka dan bukan mengkritik? Sebab, hal yang disajikan di status dan kolom komentar di FB, “lahir” tanpa analisa serta evaluasi terhadap data dan fakta.

Padahal menganalisa maupun mengevaluasi data dan fakta, dapat meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi dan dapat menjadi perbaikan terhadap suatu pekerjaan.

Namun praktik yang tersaji pada sejumlah akun FB, berupa kesimpulan terhadap suatu objek, tanpa mengetahui data dan fakta yang jelas. Sehingga hasilnya sangat menyesakkan hati.

Pada kesempatan ini, penulis coba memaparkan faktor yang menyebabkan timbulnya prasangka (baron dan byrne). Dalam hal ini, ada 4 faktor yang menyebabkannya.

Faktor pertama, konflik antar kelompok secara langsung. Di jelaskan dalam teori kelompok realistis, hal ini karena adanya kompetisi dalam mendapatkan kekuasaan atau mendapatkan sumber daya yang terbatas.

Faktor kedua adalah pengalaman belajar pada masa awal perkembangan. Dari teori belajar sosial, sesorang berprasangka karena lingkungan atau kelompoknya telah mempersiapkannya untuk berprasangka.

Faktor ketiga disebut dalam teori kategori sosial. Yakni, individu membagi dunia sosialnya menjadi dua kategori ekstrim yang saling terpisah. Ada kecendrungan seseorang akan meletakkan objek dan manusia ke dalam kelompok.

Serta faktor keempat, adalah faktor kognisi (pemikiran) sosial, bagaimana individu berfikir tentang individu lain dan adanya keseragaman dari kelompok luar. Faktor ini yang berkontribusi adalah korelasi ilusif.

Beranjak dari keempat faktor itu, didapati kesimpulan, prasangka adalah bagian dari sifat manusia yang akan tetap ada. Namun membiarkan prasangka begitu saja sama dengan membiarkan diskriminasi terjadi, yang dengan sendirinya akan melahirkan perpecahan dan konflik. Sehingga, sering pula prasangka merupakan sikap sementara. Sedangkan diskriminasi merupakan tindakan.

Kemudian, mengutip status seorang teman di akun FB-nya, dapat pula ditambahkan satu faktor aplikatif lainnya. Seperti, “menunggu telepon atau panggilan”. Dengan kata lain, prasangka sengaja dilontarkan agar mendapat perhatian, dan ujung-ujungnya menguntungkan.

Tulisan ini tidak bermaksud ditujukan pada seseorang atau pada suatu kelompok. Karena itu sama saja artinya penulis juga berprasangka. Tapi lebih untuk membuka cakrawala berfikir untuk menghilangkan prasangka dan mengendepankan kritik., mengedepankan evaluasi dan analisa, daripada menduga, menuduh dan menyalahkan.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menjauhkan prasangka dalam sebuah objek? Atau terhadap individu atau kelompok lain?

Berbagai teori psikologi mengemukakan solusinya, antara lain dengan memperbaiki kondisi sosial ekonomi, membuka kesempatan belajar, menghilangkan strata dalam sifat keduniawian dan mengembangkan sikap terbuka dan lapang dada.

Tiga solusi awal tentunya merupakan tugas besar yang harus diambil oleh pemimpin . Sedangkan sikap terbuka dan lapang dada bisa dimulai dari setiap individu dan kelompok, dengan selalu menjalin komunikasi, melalui pemahaman timbal balik. (**)

Share22Tweet14Send

Related Posts

Ketua BKPRMI Siantar Imbau Kader Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terkonfirmasi

Ketua BKPRMI Siantar Imbau Kader Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terkonfirmasi

16/08/2026

SBNpro - Siantar Ketua DPD Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Pematangsiantar, Choir Parinduri mengimbau kader dan...

Anggota Komisi 1 DPRD Siantar Erwin Freddy Siahaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021

Anggota Komisi 1 DPRD Siantar Erwin Freddy Siahaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021

12/08/2026

SBNpro - Siantar Anggota Komisi 1 DPRD Kota Pematangsiantar Erwin Freddy Siahaan, MBA (HONS) BM sosialisasikan Peraturan Daerah Nomor 1...

Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

10/08/2026

SBNpro - Siantar Pemko Siantar mulai mempercepat rencana penataan kawasan kumuh dengan menetapkan lima kelurahan sebagai prioritas penanganan. Langkah ini...

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

25/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mulai menyalurkan bantuan kepada pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora. Setiap kios yang terdampak...

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

24/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menyatakan memiliki dan kemampuan anggaran untuk pembangunan kembali kios Pasar Dwikora yang terbakar beberapa...

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

23/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora untuk membahas langkah penanganan pascabencana....

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Bukti Kegigihan Lim Tee Kee, 100 Tahun Kopi Kok Tong Melegenda dari Siantar

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Daftar Nama Pejabat Pemko Siantar yang Dilantik

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1921 shares
    Share 827 Tweet 456
  • KSP di Siantar, Sementara PTPN III Tidak Akan Rubuhkan Rumah Penggarap

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Diduga Menipu, dr Robertus Maulana Dijebloskan ke Penjara

    184 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Sosok AKP Suit Purba Dasuha SH MH Kapolsek Siborong-borong Dikenal Ramah

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba