SBNpro.com
Sabtu, Agustus 15, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Siantar

Disini Pertama Kali Merah Putih Berkibar di Siantar, Jurnalis dan Mahasiswa Gelar Upacara

SBNPro.com by SBNPro.com
28/09/2022
A A
Disini Pertama Kali Merah Putih Berkibar di Siantar, Jurnalis dan Mahasiswa Gelar Upacara
159
SHARES
346
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SBNpro – Siantar

77 tahun yang lalu, tepatnya 27 September 1945, dua pemuda Siantar, Ismail Situmorang dan Ricardo Siahaan, gugur, setelah ditembak tentara Belanda (KNIL).

Mereka ditembak saat mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di Siantar/Simalungun. Peristiwa berdarah itu terjadi di antara Taman Bunga dan Gedung Juang. Atau saat ini, lokasi berada di Terminal Bus Pariwisata, Jalan Merdeka.

Dampak dari penembakan tentara penjajah, Ismail Situmorang meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Ricardo Siahaan meninggal di Rumah Sakit Tentara.

Saat ini, di bagian belakang Terminal Bus Pariwisata, terdapat sebuah prasasti, yang dibangun tahun 1996. Prasasti berisi pemberitahuan, bahwa di sekitar prasasti pernah dilakukan upacara pengibaran bendera Merah Putih yang pertama kali di Siantar/Simalungun.

Dan 77 tahun kemudian, Selasa (27/09/2022), 30-an jurnalis (wartawan) dan mahasiswa menggelar upacara singkat di depan prasasti, untuk mengenang dan memperingati kisah perjuangan Ismail Situmorang, Ricardo Siahaan dan rekan-rekan seperjuangan mereka.

Upacara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu mahasiswi USI, Merinda Cristina Sitio, setelah para jurnalis membentuk saf barisan.

Setelah itu, jurnalis senior, Imran Nasution memaparkan kisah singkat tentang pengibaran bendera Merah Putih pertama kali di Kota Siantar.

Kata Imran, di Jakarta, pengibaran bendera Merah Putih bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Sedangkan di Siantar, baru dapat dilakukan pada 27 September 1945.

Pengibaran bendera terlambat dilakukan di Siantar, karena informasi kemerdekaan terlambat sampai ke Siantar/Simalungun pada masa itu.

“Apalagi radio dan alat komunikasi saat itu masih dikuasai penjajah yang tetap berusaha bertahan di bumi pertiwi,” ucap Imran Nasution.

Lanjut Imran, sebelum Merah Putih berkibar, kontak senjata terjadi di sekitar Lapangan Merdeka (Taman Bunga) sebagai wilayah perbatasan (demarkasi) antar pejuang Indonesia dengan KNIL Belanda, yang waktu itu ditandai dengan peristiwa Polinesial tahun 1945.

“Kubu pejuang Indonesia berada di sekitar Balai Kota (Kantor Walikota Siantar saat ini) dan Gedung Juang samping lokasi parkir pariwisata sekarang. Sedangkan kubu KNIL Belanda di Siantar Hotel,” ujarnya.

Kontak senjata menyebabkan dua anak muda Siantar saat itu, gugur, sebagai pahlawan. “Itu merupakan sejarah yang disampaikan secara lisan maupun tercatat dalam buku sejarah Siantar Berdarah. Namun yang banyak tidak mengetahuinya,” ujar Imran.

Selepas pemaparan sejarah, peserta upacara mengheningkan cipta, dilanjutkan dengan orasi dari sejumlah jurnalis dan mahasiswa.

Pemred Ninna.id, Mahadi Dedi Sitanggang mengatakan, jurnalis dan mahasiswa perlu memperingati kisah yang terjadi pada 27 September 1945 di Kota Siantar, disaat banyak yang tidak perduli akan hal itu.

“Para jurnalis harus mengingatkan masyarakat Siantar bahwa di lokasi tempat kita berdiri ini ada sejarah yang sangat penting untuk diketahui. Dan jangan sekali-kali melupakan sejarah atau jasmerah,” ucap Mahadi Sitanggang.

Sedangkan Ketua PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Kota Siantar, Edis Galingging mengatakan, kegiatan yang ia ikuti sangat berarti baginya. Apalagi, kegiatan seperti itu tidak pernah dilakukan.

“Pada tahun mendatang, peringatan seperti ini harus kita tingkatkan lagi supaya lebih baik. Sehingga, khususnya kalangan generasi muda, selalu mengingat tentang sejarah,” harap Edis.

Di sela-sela peringatan, Merinda Cristina Sitio dan Muhammad Arya Ananda, keduanya mahasiswa USI, tampil dengan membacakan puisi tentang Pahlawan, menambah suasana sore itu semakin hening dan haru.

Mengakhiri kegiatan mengenang peristiwa 27 September 1945, jurnalis Rika Suartiningsi membacakan teks proklamasi. Disaat bersamaan, peserta berjalan mengitari sekitar lokasi upacara, lalu mengelus prasasti pengibaran bendera Merah Putih pertama di Siantar. (*)

Editor: Purba

Tags: jurnalismerah putihPengibaran bendera pertamaprasastisiantar
Share64Tweet40Send

Related Posts

Anggota Komisi 1 DPRD Siantar Erwin Freddy Siahaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021

Anggota Komisi 1 DPRD Siantar Erwin Freddy Siahaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021

12/08/2026

SBNpro - Siantar Anggota Komisi 1 DPRD Kota Pematangsiantar Erwin Freddy Siahaan, MBA (HONS) BM sosialisasikan Peraturan Daerah Nomor 1...

Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

10/08/2026

SBNpro - Siantar Pemko Siantar mulai mempercepat rencana penataan kawasan kumuh dengan menetapkan lima kelurahan sebagai prioritas penanganan. Langkah ini...

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

25/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mulai menyalurkan bantuan kepada pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora. Setiap kios yang terdampak...

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

24/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menyatakan memiliki dan kemampuan anggaran untuk pembangunan kembali kios Pasar Dwikora yang terbakar beberapa...

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

23/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora untuk membahas langkah penanganan pascabencana....

Pemko Siantar Beri Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Beri Layanan Psikososial untuk Korban Kebakaran Pasar Dwikora

22/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan layanan dukungan psikososial kepada korban kebakaran Pasar Dwikora. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

    Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Anggota Komisi 1 DPRD Siantar Erwin Freddy Siahaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Diduga Edarkan Sabu di Kerasaan, Bolong Ditangkap

    178 shares
    Share 79 Tweet 41
  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    661 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Keranjang Bambu, Kerajinan Khas dari Simalungun

    1429 shares
    Share 572 Tweet 357
  • Bosar Maligas dan Serbelawan Banjir, 368 Rumah Terendam, Warga Mengungsi

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1910 shares
    Share 823 Tweet 453
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba