SBNpro.com
Rabu, September 2, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Siantar

Banjir Bandang di Siantar – Simalungun Diduga Karena Penebangan Hutan, Warga Kesulitan Air Minum

SBNPro.com by SBNPro.com
13/01/2021
A A
Banjir Bandang di Siantar – Simalungun Diduga Karena Penebangan Hutan, Warga Kesulitan Air Minum
229
SHARES
497
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

 

SBNpro – Simalungun

Banjir bandang di Siantar – Simalungun, Senin malam (11/01/2021) diduga karena penebangan hutan dikawasan hulu sungai Bahkora dan Bahbolon. Dugaan itu muncul, seiring banyaknya kayu gelondongan (bekas tebang pohon) yang turut terbawa arus air sungai ketika banjir melanda.

Kayu gelondongan itu sangat banyak ditemukan sangkut dibawah jembatan sungai Bahkora di Huta Parsaguan, Nagori (Desa) Simpang Raya, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Gelondongan kayu itu menghambat aliran air. Serta, juga diduga menghantam pipa distribusi air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Uli Kota Siantar. Tampak pipa distribusi air tersebut putus, dan terdampar dipinggir sungai Bahkora.

Sejak kemarin hingga hari ini, Rabu (13/01/2021), warga Parsaguan masih melakukan pembersihan kayu gelondongan yang ada di bawah jembatan. “Semalam kayunya tinggi. Menggunung. Semalam sudah diangkati dari sini. Kayunya bekas tebangan pohon,” ujar Carles Siahaan, warga Parsaguan.

Pantaun SBNpro.com, warga Parsaguan bergotong-royong membersihkan kayu gelondongan dan sampah dari sungai Bahkora, dengan menggunakan gergaji mesin. “Kayunya dari ataslah,” sebut Carles, sembari menduga, asal kayu gelondongan dari daerah Kecamatan Dolok Pardamean.

Disisi lain, tutur Carles, warga Parsaguan ada sekira 200 KK. Seluruhnya terkena dampak dari banjir bandang. Selain karena akses jalan terganggu, akibat sebagian badan jalan tergerus air. Juga karena, warga kesulitan mendapatkan air bersih (air minum), akibat pipa distribusi air milik Perumda Air Minum Tirta Uli, putus. Sehingga warga tidak mendapat pasokan air.

Untuk memenuhi kebutuhan air minum, warga harus berjalan kaki lebih dari 1 Km, guna mengambil air dari umbul. Atau ke jalan besar Siantar – Raya, tidak jauh dari Simpang Raya. “Ada mata air (umbul), tapi jauhlah. Lebih satu kilo (kilometer). Atau ke Simpang Rayalah,” ucapnya.

Sedangkan untuk mencuci pakaian, kakus dan mandi, terkadang warga memanfaatkan air sungai Bahkora. “Dari sinilah,” ujarnya sembari menunjuk aliran air sungai Bahkora.

Sementara itu, Camat Panei, Rut Hutapea mengatakan, ada tiga titik daerah di Kecamatan Panei yang terkena dampak banjir bandang yang terjadi dua hari lalu. Diantaranya, Huta Parsaguan di Nagori Simpang Raya, Huta Rawang Kobun dan Sabalama di Nagori Rawang Pardomuan Nauli dan Tomuan di Nagori Janggir Leto.

Katanya, cukup banyak dampak yang dirasakan warga karena banjir bandang tersebut. Selain akses jalan yang terputus seperti di Nagori Rawang Pardomuan Nauli yang menyusahkan warga, juga tidak sedikit areal persawahan (padi), ladang dan kolam milik warga yang hancur.

Namun sayang, Camat Panei ini belum mengetahui luas lahan pertanian (sawah dan ladang) yang hancur karena banjir bandang. Begitu pula dengan kolam ikan warga, juga belum diketahui Rut Hutapea berapa jumlahnya yang terkena hantaman banjir bandang. “Untuk (mendata) itu, kami kerja sama dulu dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan),” tuturnya melalui ponsel.

Lebih lanjut dikatakan Rut, untuk kebutuhan air minum warga, pihaknya sudah berkordinasi dengan Perumda Air Minum Tirta Uli. Namun lagi-lagi, Camat ini belum mengetahui kapan perbaikan pipa distribusi air Perumda Air Minum Tirta Uli selesai diperbaiki. Ia mengatakan, kemarin pihak Perumda Air Minum Tirta Uli sudah meninjau lokasi pipa yang putus.

“Sudah ditinjau (Petugas Perumda Air Minum Tirta Uli). Belum tahu kapan bisa normal,” ucap Rut.

Sementara, terkait banyaknya kayu gelondongan yang sangkut dibawah jembatan sungai Bahkora, Rut Hutapea membenarkan, kalau kayu itu berasal dari daerah hulu sungai. Namun ia tidak dapat memastikan kalau kayu itu hasil dari penebangan hutan. “Itu (asal kayu) kiriman dari atas. Dari arah Sipoldas,” ungkapnya.

Editor: Purba

Tags: banjirBanjir bandangkayu gelondonganpenebangan hutansiantarsimalungun
Share92Tweet57Send

Related Posts

Ketua BKPRMI Siantar Imbau Kader Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terkonfirmasi

Ketua BKPRMI Siantar Imbau Kader Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terkonfirmasi

16/08/2026

SBNpro - Siantar Ketua DPD Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Pematangsiantar, Choir Parinduri mengimbau kader dan...

Anggota Komisi 1 DPRD Siantar Erwin Freddy Siahaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021

Anggota Komisi 1 DPRD Siantar Erwin Freddy Siahaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021

12/08/2026

SBNpro - Siantar Anggota Komisi 1 DPRD Kota Pematangsiantar Erwin Freddy Siahaan, MBA (HONS) BM sosialisasikan Peraturan Daerah Nomor 1...

Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

10/08/2026

SBNpro - Siantar Pemko Siantar mulai mempercepat rencana penataan kawasan kumuh dengan menetapkan lima kelurahan sebagai prioritas penanganan. Langkah ini...

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

25/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mulai menyalurkan bantuan kepada pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora. Setiap kios yang terdampak...

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

24/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menyatakan memiliki dan kemampuan anggaran untuk pembangunan kembali kios Pasar Dwikora yang terbakar beberapa...

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

23/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora untuk membahas langkah penanganan pascabencana....

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1921 shares
    Share 827 Tweet 456
  • KSP di Siantar, Sementara PTPN III Tidak Akan Rubuhkan Rumah Penggarap

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Beraksi di Jalan Gereja, Kabur ke Jalan Buntu, Dua Penjambret Diamuk Massa

    89 shares
    Share 55 Tweet 14
  • Anton-Benny Mendaftar, Syalawat Nabi Berkumandang di KPU Simalungun

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Ini 31 Walikota Siantar Sepanjang Sejarah

    714 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Diduga Menipu, dr Robertus Maulana Dijebloskan ke Penjara

    184 shares
    Share 74 Tweet 46
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba