SBNpro.com
Rabu, Januari 14, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
Home Siantar

Banjir Bandang di Siantar – Simalungun Diduga Karena Penebangan Hutan, Warga Kesulitan Air Minum

SBNPro.com by SBNPro.com
13/01/2021
A A
Banjir Bandang di Siantar – Simalungun Diduga Karena Penebangan Hutan, Warga Kesulitan Air Minum
228
SHARES
496
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

SBNpro – Simalungun

Banjir bandang di Siantar – Simalungun, Senin malam (11/01/2021) diduga karena penebangan hutan dikawasan hulu sungai Bahkora dan Bahbolon. Dugaan itu muncul, seiring banyaknya kayu gelondongan (bekas tebang pohon) yang turut terbawa arus air sungai ketika banjir melanda.

Kayu gelondongan itu sangat banyak ditemukan sangkut dibawah jembatan sungai Bahkora di Huta Parsaguan, Nagori (Desa) Simpang Raya, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Gelondongan kayu itu menghambat aliran air. Serta, juga diduga menghantam pipa distribusi air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Uli Kota Siantar. Tampak pipa distribusi air tersebut putus, dan terdampar dipinggir sungai Bahkora.

Sejak kemarin hingga hari ini, Rabu (13/01/2021), warga Parsaguan masih melakukan pembersihan kayu gelondongan yang ada di bawah jembatan. “Semalam kayunya tinggi. Menggunung. Semalam sudah diangkati dari sini. Kayunya bekas tebangan pohon,” ujar Carles Siahaan, warga Parsaguan.

Pantaun SBNpro.com, warga Parsaguan bergotong-royong membersihkan kayu gelondongan dan sampah dari sungai Bahkora, dengan menggunakan gergaji mesin. “Kayunya dari ataslah,” sebut Carles, sembari menduga, asal kayu gelondongan dari daerah Kecamatan Dolok Pardamean.

Disisi lain, tutur Carles, warga Parsaguan ada sekira 200 KK. Seluruhnya terkena dampak dari banjir bandang. Selain karena akses jalan terganggu, akibat sebagian badan jalan tergerus air. Juga karena, warga kesulitan mendapatkan air bersih (air minum), akibat pipa distribusi air milik Perumda Air Minum Tirta Uli, putus. Sehingga warga tidak mendapat pasokan air.

Untuk memenuhi kebutuhan air minum, warga harus berjalan kaki lebih dari 1 Km, guna mengambil air dari umbul. Atau ke jalan besar Siantar – Raya, tidak jauh dari Simpang Raya. “Ada mata air (umbul), tapi jauhlah. Lebih satu kilo (kilometer). Atau ke Simpang Rayalah,” ucapnya.

Sedangkan untuk mencuci pakaian, kakus dan mandi, terkadang warga memanfaatkan air sungai Bahkora. “Dari sinilah,” ujarnya sembari menunjuk aliran air sungai Bahkora.

Sementara itu, Camat Panei, Rut Hutapea mengatakan, ada tiga titik daerah di Kecamatan Panei yang terkena dampak banjir bandang yang terjadi dua hari lalu. Diantaranya, Huta Parsaguan di Nagori Simpang Raya, Huta Rawang Kobun dan Sabalama di Nagori Rawang Pardomuan Nauli dan Tomuan di Nagori Janggir Leto.

Katanya, cukup banyak dampak yang dirasakan warga karena banjir bandang tersebut. Selain akses jalan yang terputus seperti di Nagori Rawang Pardomuan Nauli yang menyusahkan warga, juga tidak sedikit areal persawahan (padi), ladang dan kolam milik warga yang hancur.

Namun sayang, Camat Panei ini belum mengetahui luas lahan pertanian (sawah dan ladang) yang hancur karena banjir bandang. Begitu pula dengan kolam ikan warga, juga belum diketahui Rut Hutapea berapa jumlahnya yang terkena hantaman banjir bandang. “Untuk (mendata) itu, kami kerja sama dulu dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan),” tuturnya melalui ponsel.

Lebih lanjut dikatakan Rut, untuk kebutuhan air minum warga, pihaknya sudah berkordinasi dengan Perumda Air Minum Tirta Uli. Namun lagi-lagi, Camat ini belum mengetahui kapan perbaikan pipa distribusi air Perumda Air Minum Tirta Uli selesai diperbaiki. Ia mengatakan, kemarin pihak Perumda Air Minum Tirta Uli sudah meninjau lokasi pipa yang putus.

“Sudah ditinjau (Petugas Perumda Air Minum Tirta Uli). Belum tahu kapan bisa normal,” ucap Rut.

Sementara, terkait banyaknya kayu gelondongan yang sangkut dibawah jembatan sungai Bahkora, Rut Hutapea membenarkan, kalau kayu itu berasal dari daerah hulu sungai. Namun ia tidak dapat memastikan kalau kayu itu hasil dari penebangan hutan. “Itu (asal kayu) kiriman dari atas. Dari arah Sipoldas,” ungkapnya.

Editor: Purba

Tags: banjirBanjir bandangkayu gelondonganpenebangan hutansiantarsimalungun
Share91Tweet57Send

Related Posts

Ringroad

Proyek Base Course di Siantar, Panjang 465 M, Lebar 20 M, Tebal 10 Cm, Biayanya Rp2 Miliar

20/12/2025

SBNpro - Siantar Proyek pembangunan Outer Ringroad (Jalan Lingkar) Siantar STA 14850 + 15315 di Jalan Siantar-Saribudolok hingga Jalan Siantar-Parapat,...

Wali Kota Sintar Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Etika bagi Insan Pers

Wali Kota Sintar Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Etika bagi Insan Pers

18/12/2025

SBNpro - Siantar Perkembangan teknologi digital dan keterbukaan informasi membawa tantangan tersendiri bagi dunia jurnalistik. Kecepatan arus informasi menuntut insan...

Wali Kota Wesly: Perayaan Natal Perkuat Iman dan Dedikasi ASN Pemko Siantar

Wali Kota Wesly: Perayaan Natal Perkuat Iman dan Dedikasi ASN Pemko Siantar

17/12/2025

SBNpro - Siantar Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, menghadiri Perayaan Natal Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah...

Sekda Siantar Tinjau Percepatan Pemindahan Pedagang ke Eks Gedung IV Pasar Horas

Sekda Siantar Tinjau Percepatan Pemindahan Pedagang ke Eks Gedung IV Pasar Horas

16/12/2025

SBNpro - Siantar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi tinjau percepatan pemindahan pedagang ke eks Gedung...

Wali Kota Nilai Gebyar PORPI 2025 Sangat Positif Memasyarakatkan Olahraga Pernapasan

Wali Kota Nilai Gebyar PORPI 2025 Sangat Positif Memasyarakatkan Olahraga Pernapasan

15/12/2025

SBNpro - Siantar Gebyar Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) 2025 Kota Pematangsiantar dinilai sebagai kegiatan yang sangat positif dalam memasyarakatkan...

Penyidik Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Siantar gerebek apotik di Jalan Rakutta Sembiring, Lorong 20, Kota Siantar, Rabu 10 Desember 2025. Sebanyak 400 liter formalin disita.

Wali Kota Siantar Ingatkan Masyarakat Agar Mewaspadai Pangan dari Bahan Berbahaya

13/12/2025

SBNpro - Siantar Wali Kota Siantar Wesly Silalahi SH MKn ingatkan masyarakat agar mewaspadai pangan yang kandungannya terbuat dari bahan...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

    SBNpro.com

    © 2017-2024 SBN Pro

    rotasi barak berita hari ini danau toba

    Navigate Site

    • Redaksi
    • Privacy
    • Pedoman

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • SIANTAR
    • SIMALUNGUN
    • SUMUT
    • NASIONAL
    • KOLOM
    • KESEHATAN
    • KOMUNITAS
    • TEKNOLOGI
    • VIDEO

    © 2017-2024 SBN Pro

    rotasi barak berita hari ini danau toba