Retak yang Tak Terlihat
Karya: Ester Monica Sinaga
Satu kata dapat menjadi luka,
menggores relung jiwa
tanpa suara.
Cemoohan, olokan, dan kata-kata kasar
yang terus kalian lemparkan
menjadi beban yang kami pikul,
hingga harapan perlahan memudar.
Bagi kalian, itu hanya gurauan,
sekadar tawa yang singgah sesaat.
Namun, bagi kami,
ia meninggalkan bekas yang tak mudah hilang.
Pernahkah kalian melihat
senyum yang menyembunyikan tangis,
atau hati yang perlahan kehilangan cahaya?
Semoga suatu hari nanti
kalian memahami,
bahwa setiap ucapan
memiliki jejak yang tak kasatmata.
Kami tak meminta lebih,
hanya ingin dihargai.
Sebab kami juga manusia,
dengan hati yang sama rapuhnya.
**
Penulis
Ester Monica Sinaga
Mahasiswa Politeknik Bisnis Indonesia









Discussion about this post