Masih “DIA”
Karya : Alyya Andini
Di malam itu aku tersadar
bahwa kita memang tak lagi bisa bersama.
Bagai hujan di bulan Februari,
kau datang tanpa permisi,
lalu pergi tanpa janji.
Di malam itu aku mengerti
bahwa yang berdiri di sana
bukan lagi kau yang dulu,
yang pernah berjanji tak akan pergi.
Di antara semua sudut kota,
di setiap langkah yang kutapaki sendiri
Wajahmu masih menjadi
yang paling jelas kulihat.
Aku tak sanggup berkata lantang bahwa aku membencimu,
sebab di balik semua yang telah patah,
kau masih menjadi salah satu alasan
senyum ini belum sepenuhnya hilang
**
Penulis
Alyya Andini
Mahasiswa Politeknik Bisnis Indonesia









Discussion about this post