SBNpro.com
Minggu, Juli 19, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Menjaga “Napas” UMKM di Tengah Arus Dagang Indonesia-AS

SBNPro.com by SBNPro.com
03/03/2026
A A
Menjaga “Napas” UMKM di Tengah Arus Dagang Indonesia-AS
50
SHARES
109
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SBNpro – Jakarta

​Di atas kertas, sebuah perjanjian dagang internasional sering kali terlihat sebagai deretan angka dan istilah hukum yang kaku. Namun, bagi jutaan pelaku UMKM di pelosok tanah air, setiap butir kesepakatan adalah penentu nasib dapur mereka.

Inilah yang menjadi kegelisahan utama Komisi VI DPR RI saat menakar ulang rencana ratifikasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

​Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menegaskan bahwa kedaulatan ekonomi tidak boleh ditukar dengan sekadar formalitas diplomatik. Baginya, setiap kebijakan perdagangan harus memiliki “jangkar” yang kuat pada perlindungan industri nasional dan stabilitas hidup masyarakat kecil.

​”Kami akan segera memanggil Kementerian Perdagangan. Kami butuh penjelasan detail; jangan sampai ada celah yang merugikan rakyat,” ungkap Adisatrya pada Selasa (3/3/2026).

​Antara Tarif Nol Persen dan Nasib Produk Lokal

​Isu paling krusial yang membayangi perjanjian ini adalah potensi banjir produk impor asal Negeri Paman Sam. Bayangan tentang produk Amerika yang masuk dengan tarif 0 persen menjadi alarm bagi daya saing produk lokal. Adisatrya menekankan bahwa pemerintah tidak boleh abai jika nantinya produk UMKM kita terhimpit di pasar sendiri.

​Politisi PDI-Perjuangan ini juga mengingatkan bahwa Indonesia sedang giat-giatnya membangun fondasi hilirisasi. Di satu sisi, Indonesia ingin patuh pada aturan main global, namun di sisi lain, “harga mati” bagi pemerintah adalah mempertahankan nilai tambah dan lapangan kerja di dalam negeri.

​Menakar Risiko di Tengah Defisit

​Kekhawatiran DPR bukan tanpa alasan teknis. Menengok catatan APBN per Januari 2026 yang sudah mengalami defisit Rp54,6 triliun (0,21%), perubahan tarif impor yang berdampak pada penerimaan bea masuk bisa menjadi beban tambahan bagi kas negara.

​DPR menuntut transparansi. Sebelum palu ratifikasi diketuk, pemerintah wajib menyodorkan simulasi fiskal yang komprehensif. Jangan sampai, kemudahan dagang yang ditawarkan justru menjadi tekanan baru bagi struktur ekonomi nasional yang sedang berjuang stabil.

​Pada akhirnya, bagi Komisi VI, ratifikasi ini bukan sekadar soal menjalin hubungan baik antarnegara. Ini adalah tentang memastikan bahwa di tengah arus globalisasi yang kencang, para pedagang kecil dan industri lokal tetap punya ruang untuk tumbuh, bukan justru layu sebelum berkembang. (*)

Sumber: Parlementaria

Tags: AS
Share20Tweet13Send

Related Posts

Indah Kurnia Tekankan Pentingnya Layanan Kesehatan Humanis dan Responsif

21/06/2026

SBNpro - Denpasar Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Indah Kurnia, menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan yang mengutamakan...

Masyarakat Adat Dorong Sinkronisasi Enam Regulasi

17/06/2026

SBNpro - Balikpapan Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dinilai memerlukan harmonisasi sejumlah regulasi lintas sektor agar tidak menimbulkan...

PalmCo Serap 70 Ribu Pekerja, Ekspansi Hilirisasi Buka Peluang Baru

PalmCo Serap 70 Ribu Pekerja, Ekspansi Hilirisasi Buka Peluang Baru

05/05/2026

SBNpro - Jakarta Peringatan Hari Buruh Internasional dimanfaatkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo untuk menegaskan kontribusinya dalam penyerapan tenaga...

Tani On Stage Edukasi Warga Belanja Pangan Bijak Jelang Lebaran

Tani On Stage Edukasi Warga Belanja Pangan Bijak Jelang Lebaran

08/03/2026

SBNpro - Depok Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak masyarakat berbelanja pangan secara bijak menjelang Ramadan dan Idulfitri. Edukasi tersebut disampaikan melalui...

Komisi III DPR Akan Bahas Kasus Korban Pencurian Jadi Tersangka

Komisi III DPR Akan Bahas Kasus Korban Pencurian Jadi Tersangka

06/03/2026

SBNpro - Jakarta Komisi III DPR RI berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus yang menimpa pemilik Resto...

Komisi IX DPR RI Dorong Percepatan Reaktivasi BPJS PBI

Komisi IX DPR RI Dorong Percepatan Reaktivasi BPJS PBI

25/02/2026

SBNpro - Jambi Nihayatul Wafiroh mendesak percepatan pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Provinsi Jambi....

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    634 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1900 shares
    Share 819 Tweet 451
  • Tani On Stage Edukasi Warga Belanja Pangan Bijak Jelang Lebaran

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Gelar Upacara, Lapas Kelas IIA Siantar Peringati Hari Lahir Pancasila

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Tidak Benar IPK dan PP Bentrok Pagi Tadi, Kapolsek Percut: Itu Hoaks

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Pabrik Kelapa Sawit PT. SBSJJ di Simalungun Diresmikan, Akan Tampung 100 Pekerja  

    759 shares
    Share 385 Tweet 156
  • Pewaris Raja Sidamanik Op Naihorsik Ziarah Makam dan Maranggir

    502 shares
    Share 201 Tweet 126
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba