SBNpro.com
Senin, Oktober 12, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Siantar

Pengawasan Lemah dan Tidak Sesuai Juknis, Proyek di Jalan Jawa Roboh

SBNPro.com by SBNPro.com
13/08/2023
A A
Pengawasan Lemah dan Tidak Sesuai Juknis, Proyek di Jalan Jawa Roboh
99
SHARES
216
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SBNpro – Siantar

Sabtu (12/08/2023) dini hari, proyek drainase di Jalan Jawa, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Sumatera Utara, roboh.

Selain drainase, bangunan tembok penahan yang ada di atas drainase, juga roboh. Serta pagar yang ada di atas tembok, alami kerusakan. Tembok dan pagar, merupakan milik warga.

Sesuai plank yang ada di lokasi, proyek drainase di Jalan Jawa dikerjakan kontraktor dari CV Dinamika Jaya Amerta (DJA), dengan nilai kontrak sekira Rp 193,3 juta, melalui program pengelolaan dan pengembangan draunase yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Siantar.

Warga sekitar, Hakimi menyebut, ketika mengerjakan proyek, pekerja CV Dinamika Jaya Amerta membongkar bangunan drainase sebelumnya (drainase lama). Serta melakukan penggalian tanah.

Drainase lama yang dibongkar, serta tanah yang digali, persis berada dibawa bangunan tembok penahan. “Iya, mereka ada membongkar dan juga melakukan penggalian,” sebut Hakimi.

Drainase dan Tembok Roboh Diduga Karena Tidak Sesuai Juknis

Seorang konsultan kontruksi di Kota Siantar, Minggu (13/08/2023), mengatakan, draenase dan tembok itu roboh, diduga karena pengerjaan tidak sesuai dengan petunjuk tekhnis (juknis).

“Bila pengerjaan drainase dilaksanakan dengan baik dan benar atau mengikuti petunjuk teknis yang benar, pasti berhasil dengan baik,” sebut seorang konsultan kontruksi yang tidak ingin identitasnya dipublis.

Menurut konsultan ini, ada beberapa dugaan yang dapat menyebabkan drainase dan tembok di Jalan Jawa, roboh. Adapun dugaan-dugaan itu diantaranya:

1. Diduga, saat mencampur semen, pasir dan air, kontraktor menggunakan air yang tidak bersih. Melainkan, diduga langsung memakai air yang ada di draenase yang lama.

2. Diduga, di saat mencampur pasir, semen dan air, tidak menggunakan molen, melainkan, memakai tenaga tangan pekerja untuk menjadikan mortar. Sehingga mortar yang dipakai penyedia jasa (kontraktor) tidak sesuai dengan yang diharapkan.

3. Diduga, semen yang digunakan bukan semen tipe I, melainkan semen yang tidak memenuhi syarat. Serta disnyalir, perbandingan semen dan pasir tidak sesuai petunjuk teknis. Hal itu menyebabkan fungsi mortar untuk mengikat pasangan batu padas jadi lambat kering, dan tidak kuat dalam mengikat batu padas.

4. Diduga, penyedia jasa tidak benar-benar mengikuti ukuran yang ada pada gambar rencana. Padahal konsultan perencana telah membuat perencanaan yang baik, dan pasti (konsultan perencana) telah mempertimbangkan kondisi tempat, dimana drainase itu akan dibangun.

5. Diduga karena lantai draenase yang tidak cepat dibangun. Padahal fungsi lantai, selain untuk memperlancar air mengalir, juga untuk menahan kedua dinding draenase yang ada. Bagaimana dinding drainase bisa tahan dan kuat menahan tembok warga yang langsung bersentuhan dengan dinding drainase yang ada, bila tidak disokong atau ditahan oleh lantai drainase.

6. Diduga, penyedia jasa tidak memakai alat bantu sementara dalam menyokong atau menahan dinding pagar masyarakat. Dalam hal ini penyedia jasa memang tidak peka atau tidak paham dalam mengantisipasi apa yang akan terjadi, bila tiba-tiba hujan yang lebat turun, yang menyebabkan volume air yang besar melewati draenase yang sedang dikerjakan.

7. Diduga kurangnya pengawasan dari Dinas PUTR Kota Siantar. Seperti pengawasan dari PPK, Dirtek, pengawas, dan dari konsultan pengawas. Mereka diduga melakukan pembiaran dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Lebih lanjut, konsultan kontruksi ini menyimpulkan, alasan hujan lebat tidak bisa dijadikan alasan, sebagai penyebab utama robohnya draenase dan tembok.

“Karena, bila bahan, campuran, dimensi rencana dan metoda kerja benar-benar mengikuti petunjuk teknis dan mengikuti arahan dari tenaga ahli, mengikuti arahan dari dinas dan mengikuti arahan dari konsultan pengawas, dipastikan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan bersama,” tandasnya.

Sehingga, tuturnya, drainase dan tembok itu roboh, diduga karena lemahnya fungsi pengawasan dalam pelaksanaan pengerjaan proyek draenase tersebut. (*)

Editor: Purba

Tags: draenasedrainasePengawasan LemahProyek di Jalan Jawa RobohTidak Sesuai Juknis
Share40Tweet25Send

Related Posts

Ketua BKPRMI Siantar Imbau Kader Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terkonfirmasi

Ketua BKPRMI Siantar Imbau Kader Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terkonfirmasi

16/08/2026

SBNpro - Siantar Ketua DPD Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Pematangsiantar, Choir Parinduri mengimbau kader dan...

Anggota Komisi 1 DPRD Siantar Erwin Freddy Siahaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021

Anggota Komisi 1 DPRD Siantar Erwin Freddy Siahaan Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021

12/08/2026

SBNpro - Siantar Anggota Komisi 1 DPRD Kota Pematangsiantar Erwin Freddy Siahaan, MBA (HONS) BM sosialisasikan Peraturan Daerah Nomor 1...

Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

Dinas PKP Siapkan Penataan Kawasan Kumuh di Kota Siantar

10/08/2026

SBNpro - Siantar Pemko Siantar mulai mempercepat rencana penataan kawasan kumuh dengan menetapkan lima kelurahan sebagai prioritas penanganan. Langkah ini...

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora

25/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mulai menyalurkan bantuan kepada pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora. Setiap kios yang terdampak...

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

Pemko Siantar Miliki Anggaran Pembangunan Kembali Kios Pasar Dwikora

24/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menyatakan memiliki dan kemampuan anggaran untuk pembangunan kembali kios Pasar Dwikora yang terbakar beberapa...

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

Pascakebakaran, Pemko Siantar Bahas Pemulihan Pasar Dwikora Bersama Pedagang

23/06/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar pertemuan dengan ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora untuk membahas langkah penanganan pascabencana....

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    740 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1935 shares
    Share 833 Tweet 459
  • “Marharoan Bolon” Kekuatan Bersama Membangun Simalungun

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Diduga Menipu, dr Robertus Maulana Dijebloskan ke Penjara

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
  • Ini 31 Walikota Siantar Sepanjang Sejarah

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Pewaris Raja Sidamanik Op Naihorsik Ziarah Makam dan Maranggir

    520 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Kader Parpol Ini Diduga Selingkuhan Istri Ahok

    224 shares
    Share 90 Tweet 56
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba