SBNpro.com
Kamis, Juni 11, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Siantar

Keuangan “Berdarah-darah” Ala RHS, Hingga Kesan Pemborosan

SBNPro.com by SBNPro.com
25/04/2022
A A
Program Si-Kerja RHS – ZW Akan Mampu Memutus Mata Rantai “Mafia” di Simalungun
130
SHARES
283
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

Oleh M Gunawan Purba

Tak jarang Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) mengumbar, kalau kondisi keuangan Pemkab Simalungun sedang “berdarah-darah”, yang maksudnya, keuangan daerah sedang bermasalah, atau kurang memiliki kemampuan.

Pernyataan keuangan daerah tidak mampu “meng-handle” kebutuhan Simalungun, salah satunya diaplikasikan RHS dengan meminta penundaan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pangulu/kepala nagori) ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), beberapa waktu lalu.

Tidak tanggung-tanggung, ada ratusan nagori (desa) yang diminta untuk ditunda pemilihan pangulunya. Padahal, pemilihan kepala desa merupakan suatu hal yang penting, bila ditinjau dari sisi demokrasi dan kebutuhan akan pelayanan maksimal terhadap masyarakat desa.

Sejatinya, pangulu merupakan hasil dari pesta rakyat. Dimana rakyat berdaulat untuk menentukan pemimpin desanya. Sama seperti hak rakyat untuk menentukan siapa Bupati, Walikota, Gubernur dan Presiden pilihannya.

Sehingga, bila pangulu merupakan hasil dari hunjukan bupati (pelaksana tugas/Plt), dampak dari penundaan yang tidak penting, maka patut diduga ada pengangkangan demokrasi disana. Karena rakyat berhak untuk menentukan pemimpinnya sendiri. Bukan pemimpin yang dipilih penguasa.

Mengingat pentingnya pangulu dalam memimpin pemerintahan desa, juga demi berlangsungnya proses demokrasi sebagaimana mestinya, sudah sepantasnya Bupati Simalungun membatalkan niatnya menunda pemilihan pangulu. Pasalnya, alasan kemampuan keuangan daerah kurang tepat, bila memperhatikan kebijakan anggaran yang ditetapkan Pemkab Simalungun. Sebab ada kesan pemborosan anggaran pada program kegiatan anggaran Pemkab Simalungun.

Salah satu kebijakan anggaran yang kurang tepat pada kondisi keuangan daerah disebut tidak mampu adalah, program anggaran kegiatan rehab Kantor Bupati Simalungun hingga menelan dana sebesar Rp 4,2 miliar, disaat kondisi kantor tersebut masih layak, bahkan masih terkesan megah.

Namun praktiknya, anggaran untuk rehab kantor itu ada ditampung di APBD Simalungun tahun 2022 sebesar Rp 4,2 miliar. Dengan demikian, pernyataan kemampuan keuangan daerah tidak mampu, menjadi kurang rasional.

Untuk itu, pemilihan pangulu sebagaimana mestinya (sesuai periode) di Simalungun, merupakan hal yang lebih prioritas (lebih penting), bila dibandingkan dengan rehab Kantor Bupati Simalungun.

Dan sangat penting pula, Pemkab menuntaskan perbaikan jalan rusak di Kabupaten Simalungun yang jumlahnya cukup banyak. Termasuk jalan kecamatan maupun jalan desa yang membutuhkan banyak sentuhan pembangunan.

Bukan hanya pemilihan pangulu dan jalan rusak, hal lebih penting lainnya, Pemkab Simalungun selayaknya memperbanyak jumlah armada mobil pemadam kebakaran (damkar) dan melakukan perbaikan mobil damkar. Serta menambah jumlah personil damkar yang profesional.

Sejauh ini, sangat sering mobil dan petugas damkar dari Pemko Siantar yang melakukan tugas pemadaman api, ketika kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Simalungun.

Dengan demikian, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga sudah patut mengalihkan anggaran rehab kantornya Rp 4,2 miliar ke program kegiatan anggaran yang dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara langsung. Seperti, anggaran untuk perbaikan jalan rusak, pengadaan mobil damkar dan bisa juga untuk membiayai pemilihan pangulu.

Sepanjang bupati berkeinginan untuk mengalihkan anggaran tersebut, tentunya hal itu bisa dilakukan bupati dengan meminta persetujuan dari DPRD Simalungun.

Serta, bupati juga perlu mengingat janji kampanyenya tentang niatnya untuk mensejahterakan rakyat. Sementara saat ini, salah satu hal yang menghambat kesejahteraan rakyat adalah banyaknya jalan rusak di Simalungun.

Ditambah lagi, ada kesan pemborosan anggaran, bila rehab kantor dilaksanakan ketika masih banyak yang lebih prioritas untuk dikerjakan. Perlu juga, bupati memperhatikan program anggaran lain yang dianggap tidak prioritas, kemudian mengalihkannya pula ke program lain. Ayo Pak Bupati RHS, kamu bisa! (*)

Tags: kesan pemborosan anggarankeuangan nerdarah-darahRhs
Share52Tweet33Send

Related Posts

Bahas Musda, DPD APPSI Beraudensi dengan Bupati Simalungun

28/05/2026

SBNpro - Simalungun Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, menerima audiensi jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar...

Swadaya Warga Kerasaan Hijaukan Bantaran Sungai Lobang

24/05/2026

SBNpro - Simalungun Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan masyarakat Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, melalui aksi penghijauan di...

Arif Harahap Ketua KNPI Siantar Terpilih Periode 2026-2029

10/05/2026

SBNpro - Siantar Samaul Arif Harahap terpilih sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Siantar periode 2026–2029, melalui Musyawarah...

Seorang anak berusia lima tahun, Nursaidah, warga Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, yang menderita leukemia membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan, di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Nursaidah, Bocah Pejuang Leukemia dari Simalungun Butuh Bantuan

05/04/2026

SBNpro - Simalungun Di usia yang seharusnya diisi dengan tawa dan permainan, Nursaidah (5), bocah asal Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten...

Wali Kota dan Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Lebaran di Siantar

Wali Kota dan Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Lebaran di Siantar

14/03/2026

SBNpro - Siantar Wali Kota Wesly Silalahi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan ke sejumlah Pos Pengamanan...

Duka Insiden Kebun Tandem, PTPN IV Regional 2 Hormati Proses Hukum

Duka Insiden Kebun Tandem, PTPN IV Regional 2 Hormati Proses Hukum

13/03/2026

SBNpro - Medan Manajemen PTPN IV Regional 2 menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas insiden meninggalnya seorang pria berinisial IU...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    547 shares
    Share 219 Tweet 137
  • Bupati Cairkan Gaji ke-13 ASN Pemkab Simalungun, 3 Hari Tuntas

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Ini Lokasi Pemadaman Listrik di Siantar dan Simalungun

    207 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1879 shares
    Share 810 Tweet 445
  • Bahas Musda, DPD APPSI Beraudensi dengan Bupati Simalungun

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Daftar Nama Pejabat Pemko Siantar yang Dilantik

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Ini 31 Walikota Siantar Sepanjang Sejarah

    684 shares
    Share 274 Tweet 171
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba