SBNpro – Siantar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar mencatat sebanyak 61 kejadian bencana terjadi sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Dari berbagai bencana yang terjadi, insiden pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang menjadi peristiwa yang paling banyak ditangani.
Data BPBD menunjukkan, pada triwulan pertama tahun 2026 atau periode Januari hingga Maret, terjadi 23 kejadian bencana. Rinciannya meliputi 11 kasus kebakaran, enam pohon tumbang, tiga tanah longsor, satu puting beliung, dan dua kegiatan evakuasi.
Memasuki triwulan kedua, jumlah kejadian meningkat signifikan menjadi 38 kasus. Peristiwa tersebut terdiri atas 18 pohon tumbang, tujuh kebakaran, lima tanah longsor, tiga banjir, dua puting beliung, serta tiga kegiatan evakuasi.
Secara akumulatif selama enam bulan pertama tahun ini, BPBD mencatat 24 kejadian pohon tumbang, 18 kebakaran, delapan tanah longsor, lima kegiatan evakuasi, tiga banjir, dan tiga puting beliung. Pada periode yang sama, tidak terdapat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, mengatakan kejadian pohon tumbang dan kebakaran masih mendominasi penanganan yang dilakukan petugas di lapangan.
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu dengan intensitas hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang menjadi faktor utama meningkatnya kejadian pohon tumbang di sejumlah wilayah.
“Pohon tumbang masih menjadi kejadian yang paling banyak kami tangani selama enam bulan pertama tahun ini. Karena itu, kami terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan agar dapat memberikan respons cepat kepada masyarakat saat terjadi bencana,” ujar Dedi, Kamis (11/6/2026).
BPBD mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat terjadi cuaca ekstrem. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika hujan deras dan angin kencang berlangsung guna mengurangi risiko kecelakaan.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau BPBD apabila menemukan pohon yang miring, rapuh, maupun berpotensi tumbang agar dapat dilakukan penanganan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
BPBD Kota Pematangsiantar menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana guna meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil di tengah masyarakat. (*)










Discussion about this post