SBNpro.com
Jumat, November 6, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Siantar

Ribuan Lulusan SD di Siantar Terancam Tidak Bisa Masuk SMP Negeri

SBNPro.com by SBNPro.com
15/03/2021
A A
Ribuan Lulusan SD di Siantar Terancam Tidak Bisa Masuk SMP Negeri
495
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

 

SBNpro – Siantar

Tahun 2021 ini, siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Kota Siantar, Sumatera Utara yang akan menamatkan tugas belajarnya (lulus SD) sejumlah 5.147 orang. Dari jumlah itu, diperkirakan, ribuan diantaranya terancam tidak bisa masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri.

Hal itu dampak dari sistem zonasi yang masih diberlakukan pemerintah pusat dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021.

Demikian disampaikan Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar (Kabid PAUD dan Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Siantar Lusamti Simamora MSi, saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (15/03/2021).

Sebab, lanjut Lusamti, dengan sistem zonasi, peserta didik baru yang diutamakan diterima di SMP Negeri adalah calon siswa yang domisilinya lebih dekat dengan sekolah yang dituju. Seperti di Kecamatan Siantar Martoba, hanya ada satu SMP Negeri, yakni SMP Negeri 9 yang letaknya di pinggiran Siantar Martoba, persisnya di Kelurahan Sumber Jaya.

Sementara, calon siswa SMP tahun 2021 yang domisilinya di 6 kelurahan lainnya di Kecamatan Siantar Martoba, jarak domisilinya ke SMP Negeri yang ada di Kota Siantar cukup jauh dan sangat jauh. Sehingga dengan sistem zonasi, maka mereka tidak akan bisa masuk ke SMP Negeri. Seperti calon siswa dari Kelurahan Tanjung Pinggir.

“Banyak anak-anak yang di (Kelurahan) Tanjung Pinggir terhalang masuk SMP Negeri. Karena terhalang dengan zonasi,” ujar Lusamti Simamora.

Terkait ancaman zonasi tersebut, untuk tahun ini Dinas Pendidikan Kota Siantar belum memiliki solusi agar calon siswa SMP dari 6 kelurahan di Kecamatan Siantar Martoba dan sejumlah calon siswa dari kelurahan lain di Kota Siantar dapat masuk SMP Negeri. “Soslusi untuk saat ini belum ada. Mereka ke swasta semua. Mau gak mau. Itu sistemnya,” ungkapnya.

Jika sistem zonasi masih tetap diberlakukan dimasa yang akan datang, untuk memberikan kesempatan yang sama terhadap warga (calon siswa), sebut Lusamti, Pemko Siantar harus membangun SMP Negeri di Kecamatan Siantar Martoba. Terutama di Tanjung Pinggir, karena Pemko memiliki lahan disana.

Sementara disisi lain, ada dua SMP Negeri di Kota Siantar yang kerap kekurangan jumlah siswa. Yakni, SMP Negeri 11 yang letaknya ada di Jalan Manunggal, Kecamatan Siantar Marimbun, dan SMP Negeri 13 yang terletak di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Dijelaskan Lusamti sebelumnya, seiring dengan lahirnya Permendikbud Nomor 1 tahun 2021, sistem penerimaan siswa baru (PSB) untuk sekolah negeri masih mensyararatkan 4 ketentuan, diantara zonasi, afirmasi, prestasi dan pindah orang tua.

Katanya, dari sistem zonasi (jarak terdekat ke sekolah), jumlah siswa yang akan diterima sebanyak 75 persen dari kebutuhan sekolah. Kemudian, dari jalur afirmasi (siswa kurang mampu) akan diterima sebanyak 15 persen dari kebutuhan. Sedangkan dari jalur siswa berprestasi dan pindah orang tua, masing-masing 5 persen dari kebutuhan.

Pemerintah Harus Berikan Rasa Keadilan Buat Warga Siantar Martoba

Menyikapi kondisi itu, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Siantar, Swandi Sinaga berharap pemerintah dan Pemko Siantar memiliki kemampuan untuk memberikan rasa keadilan terhadap warga (calon siswa SMP Negeri) yang berdomisili di Kecamatan Siantar Martoba dan di sejumlah kelurahan yang ada di Siantar.

Untuk itu, Swandi menawarkan, agar Pemko Siantar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar pertemuan (duduk bersama) dengan DPRD Kota Siantar dan masyarakat. Itu dilakukan, agar ada solusi untuk memberi kesempatan bagi calon siswa yang ingin masuk ke SMP Negeri. “Harus duduk bersama Disdik, DPRD dan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Swandi, ancaman itu sudah pernah mereka bicarakan. Dan hal itu, sebutnya, menjadi perhatian serius dari DPRD, terutama dirinya yang merupakan warga Kecamatan Siantar Martoba. “Karena zonasi tidak tepat untuk seluruh daerah,” tandasnya.

Sementara, terkait membangun SMP Negeri di Kelurahan Tanjung Pinggir, katanya hal itu menjadi suatu keharusan. Sebab hal itu merupakan kebutuhan, seiring dengan perkembangan penduduk di Siantar Martoba. “DPRD akan mendukung pembangunan SMP Negeri disana (Tanjung Pinggir). Kan ada lahan HGU yang sangat luas,” ucapnya.

Editor: Purba

Tags: LusamtiRibuan lulusan SDsiantar martobaSMP NegeriSwandi Sinagaterancam tidak bisa masuk
Share198Tweet124Send

Related Posts

RDP Komisi III DPRD Siantar

Proyek di Siantar Tidak untuk Tenaga Kerja Lokal Disesalkan DPRD

03/11/2026

SBNpro - Siantar Anggota Komisi III DPRD Kota Siantar, Andika Prayogi Sinaga, menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengerjaan...

Polres Simalungun Ungkap Tiga Kasus Pencurian Selama Oktober

Polres Simalungun Ungkap Tiga Kasus Pencurian Selama Oktober

31/10/2026

SBNpro - Simalungun Polres Simalungun mengungkap tiga kasus pencurian pada rentang waktu 10 hari menjelang berakhirnya bulan Oktober 2026. Pengungkapan...

Wali Kota dan Kapolres Sosialisasikan Operasi Patuh Toba 2026 di Siantar

Wali Kota dan Kapolres Sosialisasikan Operasi Patuh Toba 2026 di Siantar

29/10/2026

SBNpro - Siantar Wali Kota Siantar Wesly Silalahi bersama Kapolres Siantar AKBP Dhana Noer Kurniawan menyosialisasikan Operasi Patuh Toba 2026...

Pemko Siantar dan Bank Sumut Segera Bedah 3 Rumah Tidak Layak Huni

Pemko Siantar dan Bank Sumut Segera Bedah 3 Rumah Tidak Layak Huni

28/10/2026

SBNpro - Siantar Pemko Siantar melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) bersama PT Bank Sumut Cabang Siantar...

Gunung Malela Juara Festival Seni dan Qasidah Simalungun 2026

Gunung Malela Juara Festival Seni dan Qasidah Simalungun 2026

27/10/2026

SBNpro - Simalungun Kecamatan Gunung Malela meraih juara pertama Festival Seni dan Qasidah Kabupaten Simalungun 2026. Posisi kedua diraih Kecamatan...

Sambut Sumpah Pemuda, Pemko Siantar Dukung Kirab Kebangsaan

Sambut Sumpah Pemuda, Pemko Siantar Dukung Kirab Kebangsaan

26/10/2026

SBNpro - Siantar Pemerintah Kota (Pemko) Siantar mendukung pelaksanaan Kirab Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama yang digagas Komite Nasional...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • RDP Komisi III DPRD Siantar

    Proyek di Siantar Tidak untuk Tenaga Kerja Lokal Disesalkan DPRD

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • 8 Perguruan Pencak Silat Ikuti Tanding Persahabatan di Siantar

    303 shares
    Share 121 Tweet 76
  • Polres Simalungun Ungkap Tiga Kasus Pencurian Selama Oktober

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Freddy Damanik, Satu-satunya Kader Gerindra yang Jadi Balon Walikota Siantar

    467 shares
    Share 187 Tweet 117
  • Pemko Siantar dan Bank Sumut Segera Bedah 3 Rumah Tidak Layak Huni

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Dulu Sangar, Sekarang Tak Terawat, Begini Cerita Tugu ‘Sedan’ di Simpang Kasindir…

    877 shares
    Share 417 Tweet 192
  • Daftar Nama Pejabat Pemko Siantar yang Dilantik

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba