SBNpro – Simalungun
Di usia yang seharusnya diisi dengan tawa dan permainan, Nursaidah (5), bocah asal Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, justru harus berjuang melawan leukemia yang dideritanya, sementara kondisi ekonomi keluarga membatasi akses pengobatan yang dibutuhkan.
Tubuh kecilnya kini lebih sering terbaring lemah. Benjolan di perut yang kian membesar dan sesak napas yang datang berulang membuatnya tak lagi mampu beraktivitas seperti anak seusianya. Padahal, sebelumnya Nursaidah sempat merasakan masa-masa belajar di taman kanak-kanak dan bermain bersama teman-temannya.
Sang ibu, Faridah Fauziah, hanya bisa mendampingi dengan harap yang tak pernah putus. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari berobat ke puskesmas hingga dirujuk ke rumah sakit di Medan. Namun, kondisi putrinya belum menunjukkan perubahan signifikan.
Di tengah keterbatasan, keluarga ini terus bertahan. Suami Faridah bekerja serabutan sebagai buruh bangunan, penghasilan yang tidak menentu membuat kebutuhan sehari-hari saja kerap sulit terpenuhi, apalagi untuk biaya pengobatan yang tidak sedikit.
Meski demikian, secercah semangat tetap hadir dari lingkungan sekitar. Teman-teman sebaya Nursaidah kerap datang menjenguk, menghadirkan senyum kecil di tengah rasa sakit yang ia rasakan.
Pemerintah setempat pun tidak tinggal diam. Lurah Kelurahan Kerasaan I, Sumarno, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun serta Palang Merah Indonesia Sumatera Utara untuk membantu penanganan medis Nursaidah.
Upaya pendampingan terus dilakukan sembari memantau perkembangan kesehatannya. Namun, keluarga tetap berharap adanya uluran tangan dari para dermawan agar Nursaidah bisa mendapatkan perawatan yang lebih maksimal.
Di balik kondisi yang serba terbatas, harapan itu masih ada. Harapan agar Nursaidah bisa kembali bangkit, bermain, dan menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lainnya. (*)










Discussion about this post