SBNpro.com
Senin, Juni 22, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Siantar

Ribuan Lulusan SD di Siantar Terancam Tidak Bisa Masuk SMP Negeri

SBNPro.com by SBNPro.com
25/03/2021
A A
Ribuan Lulusan SD di Siantar Terancam Tidak Bisa Masuk SMP Negeri
492
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

 

SBNpro – Siantar

Tahun 2021 ini, siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Kota Siantar, Sumatera Utara yang akan menamatkan tugas belajarnya (lulus SD) sejumlah 5.147 orang. Dari jumlah itu, diperkirakan, ribuan diantaranya terancam tidak bisa masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri.

Hal itu dampak dari sistem zonasi yang masih diberlakukan pemerintah pusat dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021.

Demikian disampaikan Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar (Kabid PAUD dan Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Siantar Lusamti Simamora MSi, saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (15/03/2021).

Sebab, lanjut Lusamti, dengan sistem zonasi, peserta didik baru yang diutamakan diterima di SMP Negeri adalah calon siswa yang domisilinya lebih dekat dengan sekolah yang dituju. Seperti di Kecamatan Siantar Martoba, hanya ada satu SMP Negeri, yakni SMP Negeri 9 yang letaknya di pinggiran Siantar Martoba, persisnya di Kelurahan Sumber Jaya.

Sementara, calon siswa SMP tahun 2021 yang domisilinya di 6 kelurahan lainnya di Kecamatan Siantar Martoba, jarak domisilinya ke SMP Negeri yang ada di Kota Siantar cukup jauh dan sangat jauh. Sehingga dengan sistem zonasi, maka mereka tidak akan bisa masuk ke SMP Negeri. Seperti calon siswa dari Kelurahan Tanjung Pinggir.

“Banyak anak-anak yang di (Kelurahan) Tanjung Pinggir terhalang masuk SMP Negeri. Karena terhalang dengan zonasi,” ujar Lusamti Simamora.

Terkait ancaman zonasi tersebut, untuk tahun ini Dinas Pendidikan Kota Siantar belum memiliki solusi agar calon siswa SMP dari 6 kelurahan di Kecamatan Siantar Martoba dan sejumlah calon siswa dari kelurahan lain di Kota Siantar dapat masuk SMP Negeri. “Soslusi untuk saat ini belum ada. Mereka ke swasta semua. Mau gak mau. Itu sistemnya,” ungkapnya.

Jika sistem zonasi masih tetap diberlakukan dimasa yang akan datang, untuk memberikan kesempatan yang sama terhadap warga (calon siswa), sebut Lusamti, Pemko Siantar harus membangun SMP Negeri di Kecamatan Siantar Martoba. Terutama di Tanjung Pinggir, karena Pemko memiliki lahan disana.

Sementara disisi lain, ada dua SMP Negeri di Kota Siantar yang kerap kekurangan jumlah siswa. Yakni, SMP Negeri 11 yang letaknya ada di Jalan Manunggal, Kecamatan Siantar Marimbun, dan SMP Negeri 13 yang terletak di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Dijelaskan Lusamti sebelumnya, seiring dengan lahirnya Permendikbud Nomor 1 tahun 2021, sistem penerimaan siswa baru (PSB) untuk sekolah negeri masih mensyararatkan 4 ketentuan, diantara zonasi, afirmasi, prestasi dan pindah orang tua.

Katanya, dari sistem zonasi (jarak terdekat ke sekolah), jumlah siswa yang akan diterima sebanyak 75 persen dari kebutuhan sekolah. Kemudian, dari jalur afirmasi (siswa kurang mampu) akan diterima sebanyak 15 persen dari kebutuhan. Sedangkan dari jalur siswa berprestasi dan pindah orang tua, masing-masing 5 persen dari kebutuhan.

Pemerintah Harus Berikan Rasa Keadilan Buat Warga Siantar Martoba

Menyikapi kondisi itu, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Siantar, Swandi Sinaga berharap pemerintah dan Pemko Siantar memiliki kemampuan untuk memberikan rasa keadilan terhadap warga (calon siswa SMP Negeri) yang berdomisili di Kecamatan Siantar Martoba dan di sejumlah kelurahan yang ada di Siantar.

Untuk itu, Swandi menawarkan, agar Pemko Siantar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar pertemuan (duduk bersama) dengan DPRD Kota Siantar dan masyarakat. Itu dilakukan, agar ada solusi untuk memberi kesempatan bagi calon siswa yang ingin masuk ke SMP Negeri. “Harus duduk bersama Disdik, DPRD dan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Swandi, ancaman itu sudah pernah mereka bicarakan. Dan hal itu, sebutnya, menjadi perhatian serius dari DPRD, terutama dirinya yang merupakan warga Kecamatan Siantar Martoba. “Karena zonasi tidak tepat untuk seluruh daerah,” tandasnya.

Sementara, terkait membangun SMP Negeri di Kelurahan Tanjung Pinggir, katanya hal itu menjadi suatu keharusan. Sebab hal itu merupakan kebutuhan, seiring dengan perkembangan penduduk di Siantar Martoba. “DPRD akan mendukung pembangunan SMP Negeri disana (Tanjung Pinggir). Kan ada lahan HGU yang sangat luas,” ucapnya.

Editor: Purba

Tags: LusamtiRibuan lulusan SDsiantar martobaSMP NegeriSwandi Sinagaterancam tidak bisa masuk
Share197Tweet123Send

Related Posts

Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

20/06/2026

SBNpro - Siantar Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi membuka Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun...

Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

19/06/2026

SBNpro - Siantar Andika Prayogi Sinaga kembali dipercaya memimpin Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Siantar Barat untuk periode 2026–2029. Penetapan...

Kebakaran melanda kawasan Pasar Dwikora atau yang dikenal masyarakat sebagai "Pajak Parluasan" di Kota Pematangsiantar, Kamis (18/6/2026) dini hari. Sedikitnya 311 kios pedagang dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

311 Kios Pasar Dwikora Siantar Ludes Terbakar, Polisi Perketat Pengamanan

18/06/2026

SBNpro - Siantar Kebakaran melanda kawasan Pasar Dwikora atau yang dikenal masyarakat sebagai "Pajak Parluasan" di Kota Pematangsiantar, Kamis (18/6/2026)...

Wali Kota Siantar dan Bunda PAUD Lepas 784 Anak PAUD-SAB

Wali Kota Siantar dan Bunda PAUD Lepas 784 Anak PAUD-SAB

17/06/2026

SBNpro - Siantar Sebanyak 784 anak didik Pendidikan Anak Usia Dini-Sanggar Anak Balita (PAUD-SAB) se-Kota Pematangsiantar Tahun Ajaran 2025/2026 resmi...

Herlina Hadiri Pembukaan MTQ Sumut, Beri Motivasi Kafilah Siantar

Herlina Hadiri Pembukaan MTQ Sumut, Beri Motivasi Kafilah Siantar

16/06/2026

SBNpro - Deli Serdang Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera...

Sidak Komisi II DPRD, Sekolah di Siantar Kekurangan Guru

Sidak Komisi II DPRD, Sekolah di Siantar Kekurangan Guru

15/06/2026

SBNpro - Siantar Komisi II DPRD Kota Pematangsiantar menemukan kekurangan tenaga pendidik saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Negeri...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    592 shares
    Share 237 Tweet 148
  • 311 Kios Pasar Dwikora Siantar Ludes Terbakar, Polisi Perketat Pengamanan

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Bosar Maligas dan Serbelawan Banjir, 368 Rumah Terendam, Warga Mengungsi

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1886 shares
    Share 813 Tweet 447
  • PKS PT RAS di Sambosar Kerap Peduli Lingkungan dan Warga Sekitar

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Andika Prayogi Sinaga Kembali Nahkodai PAC Pemuda Pancasila Siantar Barat

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Pukul Gonrang, Wali Kota Siantar Buka FASI XIII Sumut

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba