SBNpro.com
Kamis, Juni 4, 2026
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
No Result
View All Result
SBNpro.com
No Result
View All Result
SBNpro.com
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO
ADVERTISEMENT
Home Simalungun

Naik Bukit dan Panjat Pohon Untuk Belajar Daring di Desa Tertinggal di Simalungun

SBNPro.com by SBNPro.com
19/01/2021
A A
Naik Bukit dan Panjat Pohon Untuk Belajar Daring di Desa Tertinggal di Simalungun
100
SHARES
218
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

SBNpro – Simalungun

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) hadirkan kesusahan dan kesulitan baru bagi warga. Seperti yang dialami warga di desa tertinggal di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Salah satunya, kesulitan yang dirasakan ratusan pelajar yang tinggal di Nagori (Desa) Siporkas, Kecamatan Raya, Simalungun.

Pelajar di desa itu harus naik ke bukit dan memanjat pohon untuk bisa mengikuti kegiatan belajar dengan sistem dalam jaringan (daring/virtual). Itu dilakukan agar sinyal ponsel smartphone yang digunakan pelajar dapat membuka aplikasi belajar virtual dari guru sekolahnya masing-masing.

Desa Siporkas terdiri dari tujuh dusun (huta). Umumnya masyarakat di sana bertani dan hasil perkebunan untuk menopang kehidupannya. Sama seperti banyak desa lainnya di Kabupaten Simalungun. Sedangkan dari sisi fasilitas untuk menunjang kehidupan sosial, Desa Siporkas masih tergolong tertinggal.

Untuk menuju Nagori Siporkas dari ibu kota Simalungun (Raya), jaraknya lebih dari 30 kilometer (Km). Sedangkan dari Kota Siantar, jaraknya sekira 60 Km. Bila ditempuh dengan sepeda motor dari Kota Siantar, akan “memakan” waktu sekitar 1,5 jam.

Meski jaringan listrik telah ada di desa itu, namun disituasi pandemi Covid-19 ini, warga desa cukup dibuat kelimpungan. Selain sebagian jalan rusak yang memperlambat akses transportasi hasil pertanian dan kebun, lemahnya jaringan internet serta jaringan telekomunikasi, membuat warga disana kesulitan mengakses informasi, sulit berkomunikasi dan kesusahaan ketika belajar daring digelar oleh pihak sekolah.

Lemahnya sinyal di wilayah Desa Siporkas, membuat ponsel jarang difungsikan warga. Karena untuk bisa menggunakan ponsel, termasuk smartphone, minimal warga harus berada di kawasan perbukitan atau memanjat pohon.

Sedangkan untuk mendapat sinyal yang lebih kuat, maka harus berada diatas pohon yang ada di perbukitan. Hal itulah yang dilakukan pelajar yang ada di Desa Siporkas. Seperti yang dilakukan pelajar di Dusun Bah Pansungsang. Hal itu dilakukan, agar bisa mengikuti konsep belajar virtual dari sekolahnya. Terutama hal itu dilakoni pelajar laki-laki.

Sementara, dari kawasan pemukiman penduduk Dusun Bah Pansungsang menuju lokasi perbukitan yang memiliki sinyal, para pelajar harus berjalan kaki sekira 1,5 Km. Biasanya, dimasa jam belajar, ada puluhan pelajar Bah Pansungsang berada di atas pohon. Pada titik tertentu, kawasan perbukitan itu cukup berbahaya bagi pelajar SMP dan SD. Karena lokasinya cukup terjal.

Desa Siporkas berada di ketinggian 600 meter diatas permukaan laut (mdpl). Sedangkan kawasan perbukitan yang dijadikan lokasi belajar, berada diketinggian 900 mdpl hingga 1.000 mdpl. Hanya saja, meski telah berada dibukit, tak pula menjamin sinyal selalu ada dan kuat. Untuk itu, sejumlah pelajar Bah Pansungsang sudah menandai lokasi bukit yang memiliki sinyal.

“Titiknya (sinyalnya) tidak banyak. Makanya sebagian memanjat pohon supaya anak-anak ini bisa terbagi. Posisi tempat duduk yang bisa terjangkau sinyal cukup terbatas juga,” ungkap Aldi, salah satu pelajar yang ada perbukitan.

Biasanya, sejumlah pelajar sudah ada dikawasan perbukitan sejak jam 08.00 WIB, hingga berakhir proses belajar virtual sekira jam 10.00 WIB. Asyiknya, lokasi bukit itu, kini menjadi ruang interaksi baru, bagi pelajar dari berbagai usia. Karena mereka kerap berkumpul disana.

Kepala Nagori (Kepala Desa/Pangulu) Siporkas, Hendra Putra Saragih mengatakan, sinyal internet dan ponsel menjadi salah satu kendala yang serius bagi warganya. “Jangankan sinyal internet, untuk menelepon pun susah. Harus kita cari dulu sinyal biar bisa menelepon,” ujar Hendra Putra Saragih.

Katanya, ada beberapa kelemahan dari sistem belajar daring. Selain sinyal yang lemah di Nagori Siporkas, orang tua siswa juga kesulitan mengawasi anaknya ketika menggunakan smartphone. Ditambah lagi, untuk belajar daring, siswa harus mendaki bukit. “Dikhawatirkan, anak-anak disana malah kebanyakan bermain game,” ucapnya.

Disisi lain, Pangulu Siporkas tersebut juga menjelaskan sistem belajar yang dilakoni siswa di nagorinya. Katanya, selain sistem daring, juga ada pihak sekolah yang menggunakan sistem luar jaringan (luring).

Dengan konsep luring ini, guru membagikan materi dan tugas belajar ke setiap rumah siswa. Hanya saja, jika ada hal yang ingin dipertanyakan kepada gurunya, maka siswa tetap saja harus naik ke bukit, guna menghubungi gurunya melalui smartphone. Sehingga peran belajar daring, tetap dibutuhkan siswa yang tinggal di Desa Siporkas.

Editor: Purba

Tags: bah pasunsangbah pasusangbelajar daringBelajar daring panjat pohon dan naik bukitdesa tertinggalsimalungunsiporkas
Share40Tweet25Send

Related Posts

Bahas Musda, DPD APPSI Beraudensi dengan Bupati Simalungun

28/05/2026

SBNpro - Simalungun Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, menerima audiensi jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar...

Swadaya Warga Kerasaan Hijaukan Bantaran Sungai Lobang

24/05/2026

SBNpro - Simalungun Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan masyarakat Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, melalui aksi penghijauan di...

Seorang anak berusia lima tahun, Nursaidah, warga Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, yang menderita leukemia membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan, di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Nursaidah, Bocah Pejuang Leukemia dari Simalungun Butuh Bantuan

05/04/2026

SBNpro - Simalungun Di usia yang seharusnya diisi dengan tawa dan permainan, Nursaidah (5), bocah asal Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten...

Duka Insiden Kebun Tandem, PTPN IV Regional 2 Hormati Proses Hukum

Duka Insiden Kebun Tandem, PTPN IV Regional 2 Hormati Proses Hukum

13/03/2026

SBNpro - Medan Manajemen PTPN IV Regional 2 menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas insiden meninggalnya seorang pria berinisial IU...

Penyidik Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Siantar gerebek apotik di Jalan Rakutta Sembiring, Lorong 20, Kota Siantar, Rabu 10 Desember 2025. Sebanyak 400 liter formalin disita.

BBPOM dan Dinkes Gerebek Apotik di Siantar, 400 Liter Formalin Disita

12/12/2025

SBNpro - Siantar Penyidik Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Siantar gerebek apotik di...

Wesly Ingatkan Pentingnya Podah Sang Naualuh Damanik di Patampei Sihilap TDPB

Wesly Ingatkan Pentingnya Podah Sang Naualuh Damanik di Patampei Sihilap TDPB

30/11/2025

SBNpro - Siantar Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn ingatkan tentang pentingnya Podah Sang Naualuh Damanik, berupa warisan kebijaksanaan...

Discussion about this post

TRENDING MINGGU INI

  • 1000 Tahun Usia Batak, Ada 10 Generasi yang Hilang?

    521 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Sumiharjo Pakpahan, Orang Susah dari Siantar, Hingga Menjadi Mayjen TNI

    1876 shares
    Share 809 Tweet 445
  • Ini 31 Walikota Siantar Sepanjang Sejarah

    683 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Situs jw.org Bantu Orang Tua Tangani Depresi

    207 shares
    Share 83 Tweet 52
  • KPU Tetapkan Nomor Urut Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Siantar

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Pomparan Limbong Mulana Berikan Tanah Adat ke Toga Siregar, ke Raja Oloan Menyusul

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • 8 PAC Solid, Tudingan Timbul Tidak Pantas Pimpin PDIP Siantar, Menyesatkan

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
SBNpro.com

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba

Navigate Site

  • Redaksi
  • Privacy
  • Pedoman

Follow Us

No Result
View All Result
  • SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KOLOM
  • KESEHATAN
  • KOMUNITAS
  • TEKNOLOGI
  • VIDEO

© 2017-2024 SBN Pro

rotasi barak berita hari ini danau toba